Pengendalian Lalu Lintas di Jalur Puncak Bogor Dinilai Lancar

by -di lihat 4 kali
Pengendalian Lalu Lintas di Jalur Puncak Bogor Dinilai Lancar

Peninjauan Jalur Puncak oleh Kakorlantas

Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Irjen Polisi Agus Suryonugroho melakukan peninjauan langsung ke Jalur Puncak di Pos Hoegeng Gadog, Kabupaten Bogor. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka memantau kondisi arus lalu lintas di jalur wisata tersebut menjelang berakhirnya Operasi Lilin.

Menurut Agus, kondisi arus lalu lintas masih terkendali meskipun ada peningkatan jumlah kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai pengamanan selama Nataru yang cukup baik.

” Hari ini saya ngecek langsung ke Pos Gadog, tadi saya baru saja mendapat pemaparan rangkaian pengamanan selama Nataru cukup terkendali,” kata Agus pada Jumat (2/12/2025).

Strategi Pengelolaan Lalu Lintas

Agus menjelaskan bahwa terdapat beberapa strategi pengelolaan lalu lintas yang signifikan diterapkan di Jalur Puncak. Salah satunya adalah sistem one way yang diberlakukan baik dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya.

“Jadi ada alih arus, ada management rekayasa yang signifikan adalah kegiatan one way lokal di wilayah wisata. Biasanya pagi menuju ke atas (Puncak) dan sore ke bawah (Jakarta),” jelasnya.

Strategi ini dinilai efektif dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Dengan adanya sistem one way, pengendara dapat lebih mudah mengatur waktu perjalanan mereka.

Puncak Arus Kendaraan

Selama Operasi Lilin 2025, tercatat dua kali puncak arus kendaraan yang menuju Puncak. Pada tanggal 20 Desember 2025, jumlah kendaraan mencapai 32.510 unit, sedangkan pada tanggal 27 Desember sebanyak 32.267 kendaraan.

“Jadi tentunya ini bisa menjadi evaluasi ke depan kita konsentrasi pada hari-hari itu Sabtu, weekend dikaitkan dengan operasi Nataru,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk puncak arus balik atau dari arah Puncak menuju Jakarta terjadi pada 21 Desember 2025 dengan jumlah kendaraan sebanyak 33.690 unit dan tanggal 27 Desember sebanyak 32.667 kendaraan.

Evaluasi Kondisi Wisata

Agus menambahkan bahwa situasi tempat wisata khususnya di area Gadog dan sekitarnya cukup terkendali. Pihaknya memantau kondisi tersebut melalui CCTV di KM 29.

“Ada peningkatan kunjungan, okupansi hotel juga naik tapi tidak ada kemacetan. Kepadatan kita kelola dengan rekayasa lalu lintas baik alih arus dan oneway. Ini solusi yang bagus,” pungkasnya.

Kesimpulan

Dengan adanya pengelolaan lalu lintas yang baik dan sistem one way yang diterapkan, jalur wisata seperti Jalur Puncak dapat tetap aman dan nyaman bagi para pengunjung. Evaluasi yang dilakukan oleh Kakorlantas menunjukkan bahwa semua upaya yang dilakukan telah memberikan hasil yang maksimal.

No More Posts Available.

No more pages to load.