Pelayanan Biskita Transpakuan Bogor Kembali Terhenti

by -di lihat 5 kali
Pelayanan Biskita Transpakuan Bogor Kembali Terhenti

Penghentian Operasional BisKita Transpakuan Bogor

Sejak 1 Januari 2026, layanan transportasi publik BisKita Transpakuan Bogor di seluruh koridor kembali berhenti beroperasi. Ini bukan pertama kalinya penghentian layanan ini terjadi. Sebelumnya, pada awal Januari 2025, seluruh layanan Biskita di Bogor sempat dihentikan sementara untuk keperluan evaluasi menyeluruh dengan batas waktu maksimal 30 hari.

Namun, dalam praktiknya, layanan tersebut berhenti hampir empat bulan dan baru kembali beroperasi pada April 2025 untuk Koridor 1 dan Koridor 2. Sementara itu, Koridor 5 dan Koridor 6 baru kembali melayani penumpang pada Oktober 2025.

Alasan Penghentian Layanan

Kali ini, penghentian layanan BisKita Transpakuan Bogor disebabkan oleh berakhirnya masa kontrak kerja sama operasional pada 31 Desember 2025. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Sujatmiko Baliarto menjelaskan bahwa operasional BisKita selama ini menggunakan sistem kontrak tahunan.

“Biskita itu berkontrak per tahun. Jadi per 31 Desember itu selesai. Satu Januari ini masih proses pengadaan barang dan jasa. Jadi pasti ada kesenjangan angkutan untuk semua koridor,” kata Sujatmiko, Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan bahwa kekosongan layanan terjadi karena belum ditetapkannya penyedia jasa baru melalui proses lelang. Proses administrasi tersebut wajib diselesaikan sebelum operasional bus dapat kembali berjalan.

“Sampai kontraknya ditandatangani. Ya kan dilelang dulu. Tapi mudah-mudahan cepat,” tutur Sujatmiko.

Pemerintah Kota Bogor, lanjut Sujatmiko, tengah mengupayakan percepatan proses pengadaan penyedia barang dan jasa agar layanan BisKita Transpakuan Bogor dapat segera beroperasi kembali.

“Satu Januari tidak ada pengadaan jasa. Akhirnya perlu dicari penyedia barang dan jasa,” ujarnya.

Warga Kembali Mengandalkan Angkot

Penghentian operasional layanan BisKita Transpakuan membuat warga Kota Bogor kembali bergantung pada angkutan kota (angkot) untuk mobilitas harian. Di sejumlah halte dan shelter, warga terlihat menunggu cukup lama sebelum akhirnya memilih alternatif lain.

Salah satu titik yang terdampak adalah Shelter SLTPN 8, yang biasanya ramai penumpang BisKita. Agung (32), salah satu warga yang biasa menggunakan layanan BisKita, mengaku terpaksa kembali menggunakan angkot meski harus berganti kendaraan beberapa kali imbas berhentinya operasional BisKita.

“Sekarang kalau bus berhenti, ya mau nggak mau naik angkot, pindah-pindah, ongkos jadi nambah. Dulu sekali naik bus bisa langsung nyampe, sekarang jadi ribet,” ujarnya saat ditemui, Jumat (2/1/2026).

Agung mengatakan dirinya baru mengetahui BisKita tidak beroperasi setelah bertanya kepada sopir angkot.

“Saya juga baru tahu waktu nanya ke sopir angkot, katanya memang busnya libur, tapi nggak jelas juga sampai kapan,” ujar Agung.

Kondisi Serupa Dialami Warga Lain

Kondisi serupa dialami Adel (30). Ia mengaku awalnya masih berharap BisKita akan datang seperti biasa, sebelum akhirnya memutuskan mencari moda transportasi lain.

“Saya sempat kaget juga sih, soalnya dari tadi bus yang biasa saya naik kok enggak ada. Awalnya mikir mungkin cuma telat, tapi kok lama-lama nggak nongol juga,” ungkapnya.

Tanpa BisKita, Adel pun kembali mengandalkan angkot atau ojek daring untuk beraktivitas, meski keduanya dinilai kurang ideal.

Koridor yang Ditutup

Perlu diketahui, empat koridor Biskita yang ditutup yaitu Koridor 1 Terminal Bubulak-Cidangiang, Koridor 2 Terminal Bubulak-Ciawi, Koridor 5 Ciparigi-Stasiun Bogor, dan Koridor 6 Parung Banteng-Stasiun Bogor.

No More Posts Available.

No more pages to load.