Jalan Kawasan Puncak Lancar Meski Diserbu 32 Ribu Kendaraan

by -di lihat 10 kali
Jalan Kawasan Puncak Lancar Meski Diserbu 32 Ribu Kendaraan

Kepadatan Arus Kendaraan di Puncak Bogor Selama Libur Nataru

Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi pusat perhatian karena kepadatan arus kendaraan yang signifikan. Ribuan kendaraan menyerbu area tersebut, terutama di wilayah Simpang Gadog. Untuk mengatasi situasi ini, pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way lokal.

Menurut data traffic counting yang dilakukan dengan sensor jalan, puncak kepadatan terjadi pada akhir pekan Desember 2025. Berikut adalah catatan jumlah kendaraan:

  • 20 Desember 2025 (Sabtu): Arus naik ke Puncak mencapai 32.510 kendaraan.
  • 21 Desember 2025 (Minggu): Arus balik dari Puncak lebih tinggi, dengan 33.690 kendaraan turun ke arah bawah.
  • 27 Desember 2025 (Sabtu): Arus naik kembali padat, tercatat 32.267 kendaraan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa rekayasa one way lokal terbukti efektif dalam mengurai kemacetan. “Yang signifikan adalah kegiatan one way lokal di wilayah wisata. Biasanya pagi menuju ke atas dan sore menuju ke bawah. Ini solusi yang cukup baik,” ujarnya saat meninjau Pos Gadog, Jumat (2/1/2025).

Evaluasi dan Fokus Pengamanan

Data kepadatan tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk pengamanan ke depan. Menurut Irjen Agus, pola kepadatan di akhir pekan, khususnya hari Sabtu dan Minggu, harus menjadi fokus utama rekayasa lalu lintas. Ia menjelaskan, “Ini menjadi bahan evaluasi ke depan, bahwa hari Sabtu dan akhir pekan harus menjadi fokus pengamanan dan rekayasa lalu lintas.”

Selain itu, pengamanan arus balik diperkirakan masih berlangsung hingga 4 Januari 2026. Rekayasa one way lokal tetap dijalankan secara situasional, dengan pola arus naik pagi hari dan arus turun sore hari, demi menjaga kelancaran perjalanan wisatawan.

Kepadatan Arus Kendaraan Terkendali

Meski terjadi peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di kawasan Puncak, Irjen Agus memastikan tidak terjadi kemacetan panjang. Kepadatan arus berhasil dikendalikan melalui kombinasi rekayasa lalu lintas, alih arus, dan pengaturan one way yang dipantau langsung melalui CCTV.

“Situasi di Gadog dan beberapa titik lain yang kami monitor cukup terkendali. Ada peningkatan kunjungan, tapi tidak ada kemacetan,” katanya.

Alasan Masyarakat Memilih Puncak Bogor

Meski jalur menuju kawasan Puncak Bogor kerap digambarkan sebagai “horor” dengan antrean kendaraan berjam-jam, fenomena ini tidak membuat masyarakat kapok. Bagi warga Jabodetabek, Puncak tetap menjadi destinasi liburan utama karena jarak yang dekat, biaya perjalanan relatif terjangkau, dan udara sejuk.

Hal itu diakui oleh Naufal (30), karyawan swasta asal Tangerang Selatan, Banten. “Dari Jakarta naik sepeda motor mungkin 1,5 jam doang. Kalau ke Bandung atau Jogja kan lumayan jauh. Jadi menurut saya, buat orang yang liburnya enggak lama, sehari dua hari doang, ya paling masuk akal,” ujar Naufal.

Lanjutan Pengamanan Nataru

Meski Operasi Lilin Nataru resmi berakhir pada Jumat malam, pengamanan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 4 Januari 2026. “Masih ada sekitar 350 ribu kendaraan yang perlu kami kelola. Semua skenario sudah disiapkan, baik di tol, arteri, penyeberangan, maupun kawasan wisata,” tegasnya.

Rekayasa one way lokal merupakan bagian dari pola pengamanan nasional Operasi Lilin Nataru, yang digelar serentak untuk menjaga kelancaran arus libur Natal dan Tahun Baru.


No More Posts Available.

No more pages to load.