Gandeng Rumah Zakat, 16 Anak Bogor Utara Lulus Stunting, Yantie Rachim: Contoh Terbaik

by -di lihat 2 kali
Gandeng Rumah Zakat, 16 Anak Bogor Utara Lulus Stunting, Yantie Rachim: Contoh Terbaik

Upaya Kolaborasi Mengatasi Stunting di Bogor Utara

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, sekaligus Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim memberikan apresiasi terhadap upaya penurunan angka stunting di wilayah Bogor Utara. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Rumah Zakat.

Yantie Rachim menyampaikan apresiasinya setelah menghadiri kegiatan Wisuda dan Penutupan Baduta Stunting Intervensi Rumah Zakat yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara, Jalan Gagalur, Kota Bogor, pada Rabu (31/12/2025). Dalam acara tersebut, ia juga menyerahkan bantuan kepada 28 keluarga atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting di Bogor Utara.

Menurut Yantie Rachim, program bantuan yang dilakukan oleh Rumah Zakat selama enam bulan telah menunjukkan hasil positif. Ia menilai kolaborasi ini layak menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat kerja sama di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

“Saya sudah beberapa kali melakukan kegiatan serupa, dan ini sangat bagus karena Bogor Utara bekerja sama dengan Rumah Zakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan intervensi stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Oleh karena itu, Yantie Rachim mendorong setiap wilayah di Kota Bogor untuk memiliki mitra pendukung serupa dalam upaya mengentaskan stunting. Ia berharap seluruh kecamatan dan kelurahan dapat aktif mencari mitra yang bisa bersama-sama mengatasi permasalahan wilayah termasuk stunting.

Pentingnya Kualitas Nutrisi untuk Anak Stunting

Yantie Rachim juga menekankan pentingnya memastikan kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak stunting. Menurutnya, bantuan makanan tidak harus mahal, tetapi harus tepat dan bergizi. Ia menjelaskan bahwa makanan seperti telur, susu, tempe, tahu, sayuran, hingga lele dan ikan-ikanan dapat menjadi pilihan yang baik untuk mendukung pemenuhan gizi anak.

“Saya selalu memeriksa isi bantuan tersebut, apakah memenuhi syarat atau tidak. Makanan yang diberikan untuk anak-anak stunting harus bergizi,” jelas Yantie Rachim.

Program Intervensi Rumah Zakat

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi menyampaikan bahwa intervensi yang dilakukan Rumah Zakat menyasar 28 baduta stunting dengan pemantauan berkala. Dari jumlah tersebut, 16 anak dinyatakan lulus setelah mengalami peningkatan kondisi gizi.

Rudy Mashudi menjelaskan bahwa Rumah Zakat memberikan paket nutrisi, pendampingan, pemantauan serta edukasi gizi kepada orang tua. Kolaborasi ini merupakan sinergi bersama TPPS kota, kecamatan, kelurahan dan kader posyandu.

Sinergi yang Berkelanjutan

Kolaborasi antara Pemkot Bogor dan Rumah Zakat menunjukkan potensi besar dalam mengatasi masalah stunting. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, program ini tidak hanya membantu anak-anak stunting, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang tepat.

Program ini juga menjadi model kerja sama yang bisa diadopsi oleh wilayah lain di Kota Bogor. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kader posyandu dan masyarakat setempat, upaya pengentasan stunting bisa lebih efektif dan berdampak jangka panjang.


No More Posts Available.

No more pages to load.