Biskita Transpakuan Bogor Berhenti Beroperasi, Penumpang Kehilangan Informasi

by -di lihat 3 kali
Biskita Transpakuan Bogor Berhenti Beroperasi, Penumpang Kehilangan Informasi

Penghentian Operasional Biskita Transpakuan Kota Bogor

Biskita Transpakuan, yang merupakan salah satu moda transportasi umum di Kota Bogor, berhenti beroperasi sejak kemarin, Kamis (1/1/2026). Hal ini menimbulkan kebingungan bagi sejumlah penumpang yang biasa menggunakan layanan tersebut. Di beberapa halte, seperti Halte Mal Jambu Dua, masih terlihat para penumpang yang menunggu kedatangan Biskita.

Salah satu penumpang, Habibi (22), mengatakan bahwa ia telah menunggu selama 15 menit tanpa melihat adanya Biskita yang datang. Ia sendiri tidak mengetahui bahwa Biskita Transpakuan sudah berhenti beroperasi.

“Iya disini (Halte Jambu Dua) saya lagi nunggu Biskita. Sudah mau 15 menit,” ujarnya.

Habibi menyatakan bahwa dirinya adalah pengguna aktif Biskita Transpakuan. Setiap harinya, ia menggunakan Biskita sebagai moda transportasi untuk pergi ke Stasiun Bogor atau tempat-tempat lain seperti Juanda, BTN, dan muslihat. Ia merasa Biskita sangat membantu dalam kehidupan sehari-harinya.

Namun, ia menyayangkan Pemkot Bogor tidak memberikan pengumuman resmi mengenai penghentian operasional Biskita Transpakuan. Menurutnya, informasi ini sangat penting agar para penumpang tidak kebingungan.

“Harusnya diinformasikan. Saya tidak mau menyalahkan pihak berwenang, mungkin saja saya yang kurang terinformasi. Kalau ada informasi tentang berhenti beroperasi, komunikasi bisa diperbaiki saja,” ujarnya.

Ia berharap Biskita Transpakuan dapat kembali beroperasi secepatnya. Meskipun awal tahun baru lalu sempat libur, ia berpikir bahwa masa libur layanan tidak boleh terlalu lama.

“Kemarin memang tahun baru, tapi sekarang sudah bukan libur tahun baru lagi, jadi mungkin bisa dipertimbangkan agar libur layanan tidak terlalu lama. Orang lain juga tidak semua punya kendaraan sendiri, mereka butuh transportasi umum,” tambahnya.

Penjelasan dari Kadishub Kota Bogor

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, penghentian operasional Biskita Transpakuan dilakukan karena berakhirnya kontrak kerja sama antara Pemkot Bogor dengan PT Kodjari.

“Per 31 Desember itu selesai (kontrak). Per 1 Januari otomatis tidak ada pengadaan jasa,” katanya saat dihubungi pada Jumat (2/1/2026).

Penghentian operasional Biskita Transpakuan berlaku untuk semua koridor. Semua koridor tidak bisa melayani warga hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Tapi mudah-mudahan cepat,” ujarnya.

Tantangan dan Harapan Masyarakat

Penghentian layanan Biskita Transpakuan menimbulkan tantangan besar bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi umum. Banyak orang mengeluhkan ketidakpastian dan kesulitan dalam mencari alternatif transportasi.

Beberapa pengguna Biskita mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kendaraan pribadi dan harus bergantung pada transportasi umum. Tanpa Biskita, mereka merasa kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Masyarakat berharap Pemkot Bogor dapat segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan solusi yang lebih baik. Mereka juga berharap pihak berwenang dapat meningkatkan komunikasi dan transparansi dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi masyarakat.


No More Posts Available.

No more pages to load.