Banjir Melanda Dua Kampung di Desa Pasir Jambu, Bogor
Banjir yang terjadi di Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengakibatkan sejumlah rumah terendam. Peristiwa ini disebabkan oleh luapan Kali Cibagolo akibat hujan deras dan jebolnya tanggul. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pada Sabtu (6/12/2025).
Banjir melanda dua kampung, yaitu Kampung Darussalam dan Kampung Parakan Kembang. Di Kampung Darussalam RT 03/RW 10, sebanyak 15 rumah terdampak. Tiga di antaranya mengalami kerusakan. Salah satu rumah rusak milik Yusup mengalami kerusakan pada bagian dapur dan kamar tidur. Sementara itu, dua rumah lainnya yang rusak ringan adalah milik Wardah dan Zaenal Muttaqin.
“Kerusakan bervariasi, rumah rusak ringan milik Wardah karena bagian ruang tengah ambles akibat adanya saluran air (banjir) masuk,” ujar Adam Hamdani, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor.
Di Kampung Darussalam RT 02/RW 10, sebanyak 20 rumah terendam banjir tanpa kerusakan. Di RT 01 dan RT 02/RW 09, delapan rumah juga terdampak. Sementara di Kampung Parakan Kembang RT 03/RW 11, banjir merendam 15 rumah dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
Akibat peristiwa ini, dua kepala keluarga (KK) yang terdiri atas delapan orang mengungsi ke rumah kontrakan di wilayah yang sama. Korban mengungsi adalah keluarga Yusup dan keluarga Wardah.
Penanganan Awal oleh BPBD Kabupaten Bogor
BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur terkait telah melakukan penanganan awal, mulai dari koordinasi, pendataan, hingga edukasi kebencanaan kepada warga. Hingga Sabtu malam, air dilaporkan sudah surut dan sebagian material banjir dibersihkan secara mandiri. Namun, Adam menegaskan bahwa kawasan tersebut membutuhkan penanganan lanjutan.
“Dibutuhkan normalisasi aliran sungai karena setiap hujan wilayah ini selalu banjir. Ini perlu perhatian dinas terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.
Kebutuhan Mendesak Warga Terdampak
BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak warga terdampak berupa kasur, terpal, bronjong, serta alat pembersih material banjir. Masyarakat membutuhkan bantuan untuk memperbaiki kondisi rumah mereka dan membersihkan sisa-sisa banjir.
Upaya Pemulihan dan Pencegahan
Dalam upaya pemulihan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi aliran sungai agar banjir tidak terulang di masa depan.
Pemulihan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kebencanaan, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut.
Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan
- Normalisasi aliran sungai: Memastikan aliran air lancar dan mencegah banjir berulang.
- Peningkatan kesadaran masyarakat: Edukasi tentang tindakan pencegahan dan tanggap darurat.
- Pembenahan infrastruktur: Memperkuat tanggul dan sistem drainase di wilayah rawan banjir.
- Bantuan logistik: Menyediakan perlengkapan darurat seperti kasur, terpal, dan alat pembersih.





