Perkembangan Bencana Alam di Indonesia 2 Desember 2025: Bogor, Jabar, hingga Sumut

by -di lihat 13 kali
Perkembangan Bencana Alam di Indonesia 2 Desember 2025: Bogor, Jabar, hingga Sumut

Ringkasaan Perkembangan Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah Indonesia

Bencana hidrometeorologi terjadi di beberapa daerah, termasuk Bogor, Jawa Barat, hingga wilayah di Provinsi Sumatra Barat. Selain itu, sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), hingga Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur juga terdampak.

Hujan deras berkepanjangan menyebabkan aliran sungai Cibunar di Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, meluap pada Minggu (30/11/2025) pukul 16.30 WIB. Kejadian ini memicu banjir di Parungpanjang, khususnya di Desa Cibunar. Tinggi muka air pada awal kejadian mencapai sekitar 50 cm. Sebanyak 74 kepala keluarga atau 222 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut. Data kerugian materiil masih dalam proses pendataan, dengan data sementara tercatat 74 unit rumah terdampak.

Selain banjir, angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda Kabupaten Bogor pada hari yang sama. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan merusak rumah warga di Kecamatan Tamansari, khususnya Desa Sukajaya. Sebanyak 60 kepala keluarga atau 237 jiwa terdampak. Sementara itu, ada kerusakan bangunan rumah sebanyak 52 unit rumah. Namun, kondisi terkini, sebagian rumah yang terdampak telah mulai diperbaiki.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status Siaga Darurat Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor tahun 2025/2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025, yang berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Banjir di Sabu Raijua, NTT

Selain di Bogor, banjir melanda Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Banjir tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Lobohede dan Desa Ramedue pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 07.30 Wita. Sebanyak 20 kepala keluarga terdampak banjir. Adapun lokasi terdampak berada di Kecamatan Hawu Mehara, tepatnya di Desa Lobohede dan Desa Ramedue. Meski begitu, situasi di kedua desa kini mulai kondusif. Aktivitas warga perlahan kembali normal, sedangkan perbaikan bangunan sedang dilakukan. Terkait kerugian materiil, ada 20 unit rumah tergenang, dan warga dan lingkungan mengalami gangguan aktivitas akibat luapan air.

Angin di Luwu Timur, Sulsel

Cuaca ekstrem angin kencang dan hujan melanda Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), pada hari Minggu kemarin, pukul 22.00 Wita. Bencana tersebut, tepatnya terjadi di Dusun Munte-munte, Desa Watangpanua, dan Dusun Bubu, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona. Akibatnya, 25 kepala keluarga terdampak cuaca ekstrem, dengan rincian 15 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak sedang. Penanganan dan pemulihan akibat cuaca ekstrem di wilayah Luwu Timur pun masih berlangsung.

Di sisi lain, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, angin kencang, dan bencana lainnya. Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan saluran air, mengamankan barang penting, menjauhi area rawan bencana, serta mengikuti arahan aparat setempat.

Banjir-Tanah Longsor di Sumut, Penanganan Bencana Masih Berlangsung

Banjir dan tanah longsor juga melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara, setidaknya 15 kabupaten/kota terdampak banjir bandang, sungai meluap, tanah longsor, puting beliung, dan pohon tumbang ke bahu jalan, hingga Kamis (27/11/2025). Wilayah terdampak meliputi Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Mandailing Natal.

Kemudian, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Serdangbedagai, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Nias, dan Kabupaten Nias Selatan. Update data jumlah korban dalam peristiwa banjir yang terjadi di Sumatra Utara (Sumut) per Selasa (2/12/2025) pukul 13.00 WIB, sebanyak 293 jiwa meninggal, 154 orang hilang, dan 614 orang luka-luka. Sementara itu, jumlah korban mengungsi 540.500 orang.

Banjir-Tanah Longsor di Sumbar

Update terbaru data jumlah korban dalam peristiwa banjir yang terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) per Selasa (2/12/2025) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal ada 193 jiwa, korban hilang 117 orang. Selain itu, kondisi terkini korban luka ada 112 orang. Sementara itu, 15 Kabupaten Terdampak dan jumlah korban mengungsi 137.400 orang. Adapun wilayah terdampak banjir meliputi Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Banjir-Tanah Longsor di Aceh

Update terbaru data jumlah korban dalam peristiwa banjir yang terjadi di Aceh per Selasa (2/12/2025) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 173 jiwa. Kemudian, korban hilang ada 204 orang dan korban luka 1.800 orang. Sementara itu, sebanyak 18 kabupaten terdampak banjir, dan korban mengungsi 443.000 orang. Adapun wilayah terdampak banjir di Aceh, di antaranya Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Pada Senin (1/11/2025) sore, kondisi hampir jalur utama di Provinsi Aceh terputus total, termasuk perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang, Gayo Lues–Aceh Tamiang, Bireuen–Takengon, serta Bener Meriah–Bireuen. Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe juga masih terputus, namun terdapat jalur alternatif melalui Jembatan Gantung Awe Geutah dengan akses terbatas. Terkait hal tersebut, Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus mempercepat perbaikan infrastruktur vital tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.