Jutaan Kendaraan Masuk Bogor Saat Nataru 2025, Ini Solusi Dishub Atasi Macet

by -di lihat 57 kali
Jutaan Kendaraan Masuk Bogor Saat Nataru 2025, Ini Solusi Dishub Atasi Macet

Persiapan Dishub Kabupaten Bogor Menghadapi Lonjakan Perjalanan Selama Nataru

Lonjakan aktivitas perjalanan masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi fokus utama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. Untuk menghadapi Nataru 2025/2026, instansi tersebut telah menyiapkan langkah antisipatif berdasarkan evaluasi pergerakan penumpang pada Nataru sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, menyampaikan bahwa evaluasi pergerakan masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru 2024/2025 menunjukkan angka mobilitas yang sangat tinggi secara nasional. Data tersebut mencatat total pergerakan penumpang angkutan pribadi mencapai lebih dari 22,4 juta orang selama periode 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

“Angka ini merupakan akumulasi pergerakan masyarakat secara nasional, bukan hanya di Kabupaten Bogor. Namun, dampaknya sangat terasa di Bogor karena wilayah ini merupakan daerah penyangga Jakarta sekaligus tujuan wisata favorit,” ujar Bayu.

Ia menjelaskan bahwa meskipun data tersebut berskala nasional, Dishub Kabupaten Bogor menjadikannya sebagai referensi penting untuk membaca potensi tekanan lalu lintas di wilayahnya. Hal ini terutama berlaku bagi jalur arteri, akses menuju kawasan wisata, serta koridor utama yang menghubungkan Bogor dengan Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Pergerakan Penumpang Selama Nataru

Menurut Bayu, pergerakan penumpang selama Nataru terbagi dalam tiga fase besar, yakni sebelum hari raya, saat puncak liburan, dan setelah masa libur berakhir. Dari hasil evaluasi, moda transportasi yang paling mendominasi adalah kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil.

“Pergerakan terbesar secara nasional berasal dari sepeda motor yang melintasi jalur arteri, baik yang keluar maupun masuk wilayah Jabodetabek,” katanya.

Data menunjukkan bahwa jumlah penumpang sepeda motor yang keluar dari Jabodetabek melalui jalur arteri mencapai 6.421.847 orang. Sementara itu, arus masuk sepeda motor ke Jabodetabek tercatat sebanyak 6.144.750 orang selama periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025. Total pergerakan sepeda motor ini melampaui 12,5 juta orang, menjadikannya moda transportasi paling dominan.

Selain sepeda motor, mobil pribadi juga menyumbang angka pergerakan yang signifikan. Untuk kendaraan roda empat yang menggunakan jalan tol, tercatat sebanyak 2.980.871 penumpang keluar dari Jakarta dan 3.151.067 penumpang masuk ke Jakarta. Sementara itu, mobil yang melintasi jalur arteri non-tol mencatatkan pergerakan 1.862.966 orang keluar Jabodetabek dan 1.880.775 orang masuk ke wilayah tersebut.

Tantangan Keselamatan Jalan Raya

Bayu menilai dominasi sepeda motor dalam arus mudik dan balik Nataru menjadi tantangan tersendiri, terutama dari sisi keselamatan. Jalur arteri non-tol yang banyak dilalui kendaraan roda dua dinilai memiliki risiko kecelakaan yang lebih tinggi, apalagi jalur tersebut banyak melintasi wilayah Kabupaten Bogor.

“Dominasi sepeda motor ini menjadi perhatian khusus kami karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan,” ungkap Bayu. “Oleh karena itu, pengawasan dan pengaturan lalu lintas akan kami perkuat, terutama di jalur arteri dan kawasan wisata.”

Strategi Pengendalian Lalu Lintas

Sebagai tindak lanjut dari evaluasi tersebut, Dishub Kabupaten Bogor telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi Nataru 2025/2026. Upaya tersebut meliputi peningkatan pengamanan di simpang-simpang yang rawan kepadatan, penguatan pengaturan lalu lintas di jalur wisata, serta optimalisasi pengawasan di jalur penghubung utama antarwilayah.

Selain itu, penempatan personel juga akan disesuaikan dengan pola pergerakan masyarakat. Dishub berencana mengatur waktu dan lokasi pengendalian lalu lintas secara lebih fleksibel agar dapat merespons lonjakan kendaraan pada jam-jam tertentu selama masa liburan.

“Pendekatan berbasis data nasional yang dikombinasikan dengan evaluasi lapangan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian lalu lintas selama Nataru 2025/2026,” kata Bayu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam merencanakan perjalanan. Perencanaan waktu keberangkatan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.

“Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar mobilitas yang tinggi selama Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor,” tutupnya.


No More Posts Available.

No more pages to load.