Joki jalur tikus di Puncak Bogor akan ditindak saat Natal dan Tahun Baru

by -di lihat 28 kali
Joki jalur tikus di Puncak Bogor akan ditindak saat Natal dan Tahun Baru

Penanganan Joki Jalur Tikus di Puncak Bogor Selama Nataru

Polda Jawa Barat telah menyiapkan langkah-langkah tegas untuk menangani praktik joki jalur alternatif atau jalur tikus yang marak terjadi di kawasan wisata Puncak Bogor selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan karena keberadaan joki dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan lalu lintas, terutama di jalur-jalur yang tidak seharusnya digunakan oleh wisatawan.

Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan strategi pengamanan dari Kapolres Bogor, khususnya dalam menghadapi prediksi jumlah wisatawan sebanyak 2,8 juta orang yang akan masuk ke wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas juga akan menerapkan sistem buka tutup atau one way jika arus kendaraan di kawasan wisata Puncak membeludak.

Menurut Rudi, salah satu permasalahan utama di Puncak adalah aktivitas joki yang sering kali menawarkan jasa pemandu kendaraan menuju jalur alternatif. Aktivitas ini menyebabkan kemacetan di titik-titik perkampungan dan jalur kecil, sehingga berdampak pada kepadatan lalu lintas di jalan raya.

“Tentu ketika sudah penuh, kami akan lakukan one way. Kemudian ada lagi yang menjadi concern saya di sana adalah joki. Masalah joki-joki yang mengantar para pengemudi masuk ke jalur alternatif, masuk ke dalam, dan akhirnya crowded (macet),” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Rudi menegaskan bahwa pihaknya akan menutup praktik joki tersebut. “Ini akan kami tutup. Kami akan kendalikan praktik joki ini,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya penataan, polisi bahkan akan merekrut para joki tersebut untuk menjadi relawan resmi pengatur lalu lintas. “Mereka akan kami rekrut. Kami berikan tanda, kami berikan seragam. Jadi, nanti mereka membantu mengarahkan,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah jalur persimpangan (crossing) yang biasa dimanfaatkan joki untuk mengalihkan kendaraan akan ditutup total agar tidak lagi dipakai wisatawan yang mencari jalan pintas.

Dalam rangka pengamanan, sekitar 600 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga jalur Puncak, ditambah ratusan petugas dari berbagai instansi. Dengan demikian, kekuatan personel diperkirakan mendekati seribu orang. “Itu strategi yang kami akan lakukan,” ucap Rudi.

Prediksi Wisatawan yang Datang ke Puncak Bogor

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) memperkirakan sebanyak 2,83 juta orang akan memadati kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat pada periode liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala BKT Kemenhub, Hermanta, mengatakan hal ini disebabkan kawasan Puncak masih menjadi destinasi wisata favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya, terutama saat libur panjang seperti Nataru.

“Ternyata Puncak ini masih menjadi tempat yang dominan untuk para wisatawan dan jumlahnya berkisar 2,83 juta orang. Dari wilayah aglomerasi tetap Puncak itu menjadi daerah favorit,” ujar Hermanta.

Dengan prediksi jumlah wisatawan yang sangat tinggi, pihak berwenang terus mempersiapkan langkah-langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar dapat menghindari kemacetan yang berkepanjangan.

Strategi Pengamanan Lalu Lintas di Puncak

Beberapa strategi yang akan diterapkan antara lain:

  • Sistem one way akan diberlakukan jika arus lalu lintas membeludak.
  • Penutupan jalur-jalur persimpangan yang sering dimanfaatkan joki untuk mengalihkan kendaraan.
  • Rekrutmen joki sebagai relawan pengatur lalu lintas dengan pemberian seragam dan tanda pengenal.
  • Pengamanan oleh 600 personel gabungan dan ratusan petugas dari berbagai instansi.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan kepadatan lalu lintas di kawasan Puncak bisa diminimalisir, serta memberikan pengalaman liburan yang lebih nyaman bagi para wisatawan.

No More Posts Available.

No more pages to load.