Rayakan 100 Tahun Pramoedya, Bandung Tulis Ulang Larasati dengan Tari ARA

by -di lihat 103 kali
Rayakan 100 Tahun Pramoedya, Bandung Tulis Ulang Larasati dengan Tari ARA

JAKARTA, SudutBogor– Koreografer asal Bandung, Galuh Pangestri Larashati, merayakan 100 tahun Pramoedya Ananta Toer dengan “menulis ulang” novel Larasati melalui tarian enam penari kontemporer yang berjudul ARA.

Menurut Galuh, pertunjukan ARA tidak dimaksudkan untuk menyampaikan kisah dari novel, tetapi justru mengungkapnya.

“ARA bukan pertunjukan yang hadir untuk menyampaikan cerita, tetapi untuk mengungkapnya,” ujar Galuh dalam konferensi pers di Tjap Sahabat, Bandung, Sabtu (2/8/2025), dalam keterangan tertulis.

“Tidak ada tokoh, tidak ada alur, dan tidak ada keinginan untuk menjelaskan. Yang ada hanyalah tubuh-tubuh yang terus bergerak, menyela, dan menulis,” katanya.

Dalam proses koreografi ARA, para penari melakukan pengamatan dekat dan pengamatan jauh, kemudian masing-masing mengambil hal yang paling penting dari novel Larasati untuk kehidupan mereka.

Kemudian, mereka membahas dan mencari hal-hal yang belum ditulis oleh Pram mengenai dunia perempuan.

“Saya memberikan judul bawah karya ini ‘Chronicle of A Moving Clipping’ karena saya merancang struktur tari berdasarkan pandangan para penari mengenai Pram, tentang Larasati, tentang revolusi, tentang perempuan, dan tentang kehidupan. Jadi ini seperti sebuah kronik atau kliping,” ujar Galuh.

Baca Juga:  Siswi SMK Wira Buana Bogor Jadi Duta Pelajar Remaja Indonesia 2025 Jawa Barat

Galuh menyebut karya tersebut dengan istilah korpografi, yang berasal dari kata corpus (tubuh) dan graphein (menulis).

Dalam ARA, tubuh bukan sekadar alat ilustrasi, tetapi penulis utama yang tidak menuruti narasi. Tubuh berfungsi seperti membaca dan menulis kembali, menghasilkan ketegangan antara suara dan gerakan, antara teks dan napas.

Salah satu penari yang akan tampil, Wening Sari, mengatakan bahwa dirinya tidak diberi arahan oleh koreografer, karena suara dan pikirannya tentang Larasati dianggap, diolah, serta dimasukkan ke dalam struktur tarian yang dibuat oleh Galuh.

“Mbak Galuh tidak pernah memaksakan pendiriannya, ia terus-menerus mengajak kami untuk menemukan apa yang kami butuhkan, serta gerakan apa yang paling sesuai dengan tubuh kami sebagai penari,” kata Wening.

ARA untuk Mbak Galuh mungkin tidak sama dengan ARA dalam pemahamanku. Dari sana aku belajar mengenali tubuhku sendiri. “Saya merasa akhirnya bisa, ya, menjadi subjek.

Di sisi lain, Produser karya ini, Zen RS, menyatakan mendukung sepenuhnya karya ARA karena membuat Pramoedya tidak lagi dianggap suci, tetapi dapat diakses dengan pendekatan yang kritis.

Baca Juga:  Tasikmalaya Terapkan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.30 Sesuai Kebijakan Dedi Mulyadi

Di dalam ARA, katanya, para penari perempuan itu mengeksplorasi karya Pram yang sering dianggap sebagai tulisan seorang penulis laki-laki yang feminis, sehingga memungkinkan tampilnya hal-hal yang tidak disampaikan oleh Pramoedya sebagai seorang laki-laki.

Terlebih lagi, katanya, ini bukan perubahan media, misalnya dari novel menjadi naskah teater, atau menjadi naskah film. Ini juga bukan interpretasi yang bebas.

“Karya ARA ini benar-benar mengajukan pertanyaan terhadap Pram, sehingga kita dapat menyadari bahwa karya ini memang berakar dari Larasati-nya Pram, tetapi muncul dalam bentuk, struktur, logika, dan nilai yang sudah sama sekali berbeda. Ini merupakan bentuk penghormatan yang ekstrem terhadap karya Pram,” kata Zen.

ARA akan digelar pada Kamis, 7 Agustus 2025 pukul 19.00–21.00 WIB, di Tjap Sahabat, Bandung. Pertunjukan ini hanya terbuka bagi undangan dan peserta yang terdaftar.

Dalam pelaksanaannya, musik diatur secara langsung oleh seorang DJ hip hop, menghasilkan ritme yang kasar dan tidak objektif.

Karya ini dihasilkan melalui inisiatif bersama kelompok tari Tarang Karuna dari Bandung, yang disutradarai dan dikoreografi oleh Galuh Pangestri Larashati, serta diproduseri oleh jurnalis dan esais bernama Zen RS.

Baca Juga:  Jadwal Bioskop NSC Ultima Purworejo Hari Ini, Tonton Film Baru 1 Agustus 2025

Dramaturgi disusun oleh Taufik Darwis dan musik dikerjakan secara mandiri oleh musisi hiphop, Ways.

No More Posts Available.

No more pages to load.