BOGORMEDIA – Jembatan Cibalok di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, akan dimulai proses revitalisasi pada Jumat, 8 Agustus 2025. Proyek pembangunan ulang jembatan ini diprediksi akan menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Raya Tajur.
Pengendara dihimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi kemacetan ketika melintasi wilayah tersebut. Kasubnit Gakkum 2 Polresta Bogor Kota, Iptu Susilo, menjelaskan bahwa selama proses revitalisasi berlangsung, ada rencana rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Tajur.
“Jalur ruas sebelumnya 3 lajur akan disempitkan menjadi 2 lajur. Hal ini dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap dapat berjalan dua arah, namun mungkin akan terjadi antrian di beberapa titik,” ungkap Susilo.
Skema rekayasa lalu lintas tersebut akan berlaku mulai malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Kontraktor akan memulai pekerjaan perbaikan jembatan sejak malam itu.
“Kontraktor memberi informasi bahwa pekerjaan akan dimulai malam ini, sehingga pukul 22.00 WIB akan ada aktivitas pekerjaan,” tambah Susilo.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, juga mengakui bahwa penyempitan jalan akan mengakibatkan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Meskipun revitalisasi Jembatan Cibalok sangat penting, namun penyempitan jalan berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada saat pagi dan sore hari,” papar Heri.
Oleh karena itu, Heri meminta agar petugas selalu siaga dalam mengatur arus lalu lintas di sekitar area tersebut. Jalan Raya Tajur merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Bogor dengan Ciawi.
“Pengaturan lalu lintas oleh petugas harus lebih ketat pada jam-jam padat. Jika diperlukan, arus lalu lintas dapat dialihkan melalui jalur alternatif seperti Sukasari atau Jalan Raya Cikaret,” tegas Heri.
Inisiatif PUPR
Proyek revitalisasi Jembatan Cibalok ini merupakan inisiatif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR).
Pembangunan kembali jembatan tersebut dilakukan sebagai upaya pemulihan akses yang sebelumnya sempat terganggu akibat longsor.
Jembatan yang akan direvitalisasi terletak di sebelah kiri Jalan Raya Tajur, dari arah Kota Bogor menuju Ciawi. Dengan lebar mencapai 16 meter, proyek revitalisasi ini ditargetkan selesai dalam rentang waktu 3 hingga 4 bulan mendatang.





