Megawati Pantau Situasi Iran yang Mengancam Digempur Israel

by -di lihat 213 kali

SudutBogor.CO.ID, NUSA DUA — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya pemahaman geopolitik global bagi anggota partai dalam menghadapi perubahan politik dan ekonomi global. Karena situasi dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah yang sedang tidak stabil.

“Saya tadi menghubungi Pak Zuhairi. Saya bertanya tentang kondisi di Timur Tengah. Ia menyampaikan bahwa situasinya tidak terlalu baik. Yang saya perhatikan terus adalah ketegangan antara Iran yang tampaknya akan diserang oleh Israel,” kata Megawati dalam pidato Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Sabtu (2/8/2025)

Megawati menyampaikan kekhawatirannya mengenai gangguan pada jalur strategis seperti Selat Hormuz akibat konflik. Megawati khawatir hal tersebut akan berdampak pada perekonomian negara.

Kekhawatiran terbesar saya adalah jika Selat Hormuz mengalami penutupan.Nah,hal-hal semacam ini jangan kalian anggap remeh. Ibu iningapain“sudah membicarakan urusan luar negeri,” kata Megawati.

Megawati menekankan bahwa isu-isu global seperti itu dapat langsung memengaruhi kehidupan rakyat Indonesia.

“Kita perlu melihat, apakah ada dampaknya terhadap Indonesia? Sangat. Karena jika Selat Hormuz ditutup, itu yang saya khawatirkan. Apa saja dampaknya yang bisa kita alami? Harga minyak mungkin akan naik. Ini harus benar-benar dipelajari. Anggota partai harus memahami dan mengetahuinya,” kata Megawati.

Baca Juga:  Wali Kota Bekasi Tegaskan Larangan Jual Buku di Sekolah, Dana BOS Sudah Cukup

Oleh karena itu, Megawati meminta seluruh anggota PDIP untuk terus belajar dan memahami peta dunia. “Jangan bersikap acuh terhadap isu-isu global yang dapat memengaruhi stabilitas negara,” kata Megawati.

Semangat pemimpin dunia

Megawati menekankan betapa pentingnya mewarisi semangat dan pemikiran para pemimpin dunia yang pernah terlibat dalam Gerakan Non-Blok. Megawati menyoroti bahwa jika warisan tersebut tidak dilanjutkan, maka generasi saat ini harus mempertanyakan arah perjuangan mereka.

“Usia saya baru 14 tahun, saya diajak oleh ayah saya menghadiri sebuah acara yang dikenal dengan Konferensi Asia Afrika, dalam rangka gerakan non-blok. Jadi, jika dilihat, pada masa itu masih ada Pak Nasir, Nehru, dan yang lainnya,” ujar Megawati dalam pidatinya.

Megawati juga menyebutkan situasi wilayah Timur Tengah yang menurutnya perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi Indonesia secara ekonomi.

No More Posts Available.

No more pages to load.