Apple Akan Keluarkan Belasan Triliun Rupiah dalam 3 Bulan Mendatang

by -di lihat 161 kali
Apple Akan Keluarkan Belasan Triliun Rupiah dalam 3 Bulan Mendatang

BogorMedia – Apple dilaporkan akan menghadapi pengeluaran yang besar, karena kebijakan tarif Trump.

Dalam laporan keuangannya pekan ini, perusahaan pembuat iPhone tersebut menyebutkan bahwa mereka akan menghabiskan tambahan sebesar 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18,1 triliun hanya untuk membayar pajak Trump selama kuartal ketiga (Juli-September) tahun ini.

“Kami telah mengeluarkan sekitar 800 juta dolar AS untuk tarif pada kuartal April-Juni, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 1,1 miliar pada kuartal ini (Juli-September),” ujar CEO Apple Tim Cook dalam konferensi dengan analis tidak lama yang lalu.

Tarif Trump mengacu pada kebijakan pajak impor yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap berbagai barang yang diimpor, termasuk produk dari Tiongkok. Kebijakan ini muncul akibat ketegangan perdagangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Meskipun tujuannya adalah mengurangi dominasi produk Tiongkok di pasar Amerika Serikat, kebijakan ini justru memberatkan perusahaan-perusahaan asal AS yang produksinya bergantung pada fasilitas manufaktur luar negeri, termasuk Apple.

Baca Juga:  Rivera Outbound dan Edutainment di Bogor Jawa Barat, Promo Selama Agustus untuk Akhir Pekan

Selama bertahun-tahun, perusahaan Apple menghasilkan sebagian besar perangkat iPhone, Mac, iPad, dan Apple Watch di kawasan Asia, khususnya Tiongkok. Hal ini membuat produk-produk Apple tetap dianggap sebagai barang impor ketika masuk ke pasar Amerika Serikat, sehingga terkena pajak impor atau tarif yang diberlakukan oleh Trump.

Beberapa tahun terakhir, Apple mulai mengalihkan sebagian pabrikannya ke India dan Vietnam, guna mengurangi ancaman akibat kebijakan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Namun, tindakan ini belum sepenuhnya menghilangkan beban tarif yang dihadapi Apple.

Trump pernah mengancam akan menambahkan pajak tambahan jika Apple tidak segera memindahkan lebih banyak tahap produksinya ke dalam negeri.

Saat ini, ponsel pintar sempat dikenai tarif hingga 145 persen yang berlaku terhadap produk dari Tiongkok. Namun dalam kesepakatan perdagangan sementara, tarif tersebut ditetapkan pada tingkat 30 persen hingga pertengahan Agustus.

Bisnis moncer, iPhone laris

Meskipun menghadapi tarif, Apple masih menunjukkan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal yang berakhir bulan Juni tahun lalu. Pendapatan meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya menjadi 94 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.550,2 triliun.

Baca Juga:  3 Berita Artis Heboh: Ashanty Tutup Usaha Kue, Ruben Onsu Laporkan Polisi

Ini adalah peningkatan yang semakin pesat dengan iPhone. Tim Cook menyatakan bahwa iPhone mencatat penjualan rekor pada kuartal Juni, meningkat 13 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penjualan iPhone yang tinggi memberikan kontribusi hampir separuh terhadap pendapatan Apple, mencapai 44,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 733,8 triliun.

Penjualan iPhone di Tiongkok kembali meningkat menjadi 15,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 252,3 triliun), naik dibandingkan 14,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, tarif tetap dianggap sebagai ancaman serius yang dapat mengurangi keuntungan perusahaan jika terus berlanjut.

“Masih ada banyak hal yang dapat berubah, termasuk kenaikan biaya di masa mendatang,” kata Cook, sebagaimana dilaporkanKompasTekno dari The Verge, Minggu (3/8/2025).

Ini diperkirakan akan memaksa Apple untuk meninjau kembali cara mereka memproduksi dan mengirimkan perangkat seperti ponsel dan komputer.

Pada saat yang sama, Apple juga sedang berupaya mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan (AI). Dibandingkan dengan Google, Microsoft, atau Meta yang telah memiliki sistem AI yang canggih, Apple dinilai masih tertinggal jauh.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Jawa Timur, 3 Agustus 2025: Pacitan, Blitar, Sidoarjo Diprediksi Hujan Ringan

Fitur kecerdasan buatan pada perangkat Apple saat ini hanya mencakup emoji cerdas, ringkasan teks, dan pembuat gambar, belum ada yang sebanding dengan ChatGPT atau Gemini.

Bahkan, pembaruan besar terhadap Siri, asisten virtual Apple, sempat ditunda tanpa adanya penjelasan jelas. Cook menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan versi terbaru dari Siri dan akan meluncurkannya pada tahun depan. Selain itu, beberapa ilmuwan AI Apple dilaporkan pindah ke Meta, yang saat ini sedang aktif memperkuat tim kecerdasan buatan mereka.

“Kami sedang memindahkan sejumlah besar sumber daya ke pengembangan AI,” kata Cook.

Apple juga telah mengakuisisi tujuh perusahaan teknologi pada tahun ini, beberapa di antaranya berfokus pada kecerdasan buatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.