Wanita Hilang di Hutan Pandanarum Ditemukan Tewas

by -di lihat 137 kali

Operasi Pencarian Korban yang Hilang di Hutan Berhasil Menemukan Jasad

Pada hari Sabtu, 19 Juli, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad seorang wanita paruh baya yang sebelumnya dilaporkan menghilang di area hutan Desa Pandanarum, Banjarnegara. Korban bernama Jimah (50 tahun) dinyatakan hilang setelah pergi mencari kayu bakar di area perkebunan Desa Pandanarum pada Rabu, 16 Juli, dan tidak kunjung kembali hingga Kamis, 17 Juli.

Awalnya, keluarga dan warga setempat melakukan pencarian mandiri. Namun, yang hanya bisa ditemukan adalah kumpulan kayu dan senjata tajam milik korban. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Jimah selama beberapa hari.

Tim SAR mulai menerima laporan mengenai kejadian ini pada Jumat, 18 Juli, sekitar pukul 08.45 WIB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa tim SAR dari Pos SAR Wonosobo langsung diberangkatkan untuk melaksanakan operasi pencarian.

Budiono menyampaikan bahwa proses pencarian menghadapi berbagai tantangan. Jalur yang terjal dan luasnya area pencarian menjadi kendala utama. Pada hari Jumat, tim SAR belum berhasil menemukan keberadaan korban. Faktor utama yang menyulitkan adalah kontur hutan yang curam dan miring.

Baca Juga:  KRL Bogor-Jakarta Alami Kecelakaan, KAI Minta Maaf

Pada hari Sabtu, 19 Juli, operasi pencarian kembali dilakukan dengan memperluas area pencarian hingga sejauh 1 km menuju Kali Gintung. Dalam operasi tersebut, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 11.00 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh, jasad Jimah ditemukan menyangkut di bebatuan di Kali Gintung. Saat ini, jasad korban telah dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.

Proses Evakuasi dan Tanggapan dari Tim SAR

Operasi evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan berlangsung cukup rumit karena lokasi penemuan jasad yang terletak di daerah aliran sungai. Tim harus memastikan keselamatan selama proses evakuasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, tim SAR juga melakukan koordinasi dengan pihak desa dan keluarga korban untuk memastikan bahwa proses pemulangan jasad dapat dilakukan secara cepat dan lancar. Hal ini penting agar keluarga korban dapat segera melakukan prosesi pemakaman sesuai dengan tradisi dan agama yang dianut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pencarian

Beberapa faktor utama yang memengaruhi proses pencarian antara lain:

  • Kondisi medan yang sulit – Area hutan yang curam dan berbukit membuat pergerakan tim SAR menjadi lebih rumit.
  • Luasnya area pencarian – Lokasi korban hilang cukup jauh dari permukiman, sehingga membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih besar.
  • Cuaca dan lingkungan – Kelembapan dan kondisi alam yang tidak menentu turut memengaruhi efisiensi operasi pencarian.
Baca Juga:  Pencarian 2 Mahasiswa Ikopin, Tim Berjuang Lawan Ombak Pantai Puncak Guha Garut

Kesimpulan

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya adanya tim SAR yang siap sedia dalam situasi darurat. Meski proses pencarian sempat menghadapi berbagai tantangan, akhirnya korban berhasil ditemukan dan dipulangkan ke keluarga. Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di luar rumah, terutama di daerah yang masih memiliki medan alam yang berbahaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.