Perluasan Jaringan 5G Telkomsel di Bandung Raya
Telkomsel terus memperluas cakupan jaringan Hyper 5G di berbagai kota besar di Indonesia. Setelah sebelumnya hadir di Jabotabek, Surabaya, Makassar, dan Batam, kini layanan 5G ini juga telah tersedia di Bandung Raya. Kecepatan internet yang ditawarkan mencapai hingga 730 Mbps, memberikan pengalaman akses internet yang lebih cepat dibandingkan dengan teknologi sebelumnya.
Dengan kecepatan unduh sebesar 730 Mbps, pengguna dapat mengunduh film Full HD berukuran 4 GB hanya dalam waktu sekitar 40 hingga 50 detik. Hal ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan 500 Mbps yang hanya mampu menyelesaikan unduhan file tersebut dalam waktu sekitar satu menit empat detik. Angka ini dihitung berdasarkan kalkulator unduh online yang umum digunakan oleh pengguna.
Pengujian mandiri menggunakan aplikasi Speedtest Ookla menunjukkan bahwa kecepatan unduh internet 5G mencapai 596 Mbps, sedangkan kecepatan unggahnya mencapai 52,7 Mbps. Selain itu, latensi jaringan sangat rendah, hanya sekitar 4 milidetik. Angka-angka ini menunjukkan bahwa jaringan 5G Telkomsel tidak hanya cepat, tetapi juga stabil dan responsif.
Selain memperluas cakupan jaringan, Telkomsel juga mengintegrasikan teknologi AI melalui sistem Autonomous Network. Teknologi ini membantu memaksimalkan kualitas jaringan dengan otomatisasi proses manajemen dan pengelolaan jaringan. Dengan demikian, pengguna dapat merasakan koneksi yang lebih baik dan lebih andal.
Di Bandung Raya, penetrasi perangkat 5G saat ini mencapai sekitar 23%. Rata-rata konsumsi internet per pengguna mencapai 202 GB per bulan. Angka ini menunjukkan tingginya permintaan akan layanan internet berkecepatan tinggi di wilayah ini.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menjelaskan bahwa Bandung menjadi salah satu kota prioritas dalam ekspansi jaringan 5G. Saat ini, jaringan 5G Telkomsel sudah hadir di 56 kota di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Telkomsel telah memperkenalkan layanan 5G di Bali, Jabodetabek, Batam, Makassar, dan Surabaya. Kini, pihaknya menargetkan pengembangan jaringan 5G di Yogyakarta, Semarang, serta kota-kota besar lainnya.
“Kota-kota besar ini kami pertimbangkan ketika melakukan investasi. Selain infrastruktur, handset yang mendukung 5G juga harus memadai,” ujar Indra saat berkunjung ke Bandung, Senin (21/7).
Indra menyebutkan bahwa saat ini Telkomsel memiliki lebih dari 15 juta perangkat 5G aktif. Angka ini setara dengan hampir 10% dari total populasi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa penetrasi 5G semakin meningkat, terutama di kota-kota besar.
Menurut Indra, jaringan 5G yang kontinu tanpa gangguan merupakan fondasi penting dalam memperkuat daya saing bangsa. Selain itu, jaringan ini juga berkontribusi dalam mendorong pemerataan ekonomi digital dan memberikan pengalaman digital yang lebih inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya jaringan 5G yang handal, diharapkan mampu mendukung perkembangan teknologi dan inovasi di berbagai sektor.






