Tara Basro Berbagi Tips Padukan Kebaya Tetap Modis

by -di lihat 146 kali
Tara Basro Berbagi Tips Padukan Kebaya Tetap Modis

Tara Basro: Kebaya Bukan Hanya Pakaian Tua, Tapi Ekspresi Diri

Tara Basro, aktris ternama Indonesia, menunjukkan bahwa kebaya tidak lagi dianggap sebagai pakaian kuno. Justru, ia memandang kebaya sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup yang bisa disesuaikan dengan berbagai situasi. Dalam sebuah talkshow bertema “Berdaya Lewat Kebaya: Menjadi Sosok Otentik Perempuan Berkebaya” di Posco, Bandung, ia berbagi pengalaman dan tips untuk mengenakan kebaya dengan lebih percaya diri.

Menurutnya, setiap orang memiliki cara sendiri dalam memadukan kebaya. Untuk acara formal, Tara cenderung memilih kain songket atau wastra nusantara yang memiliki ciri khas. Namun, untuk acara yang lebih santai, ia lebih memilih memakai kebaya dengan celana atau rok agar tampilan tetap nyaman dan modern.

“Tip utamanya adalah tetap nyaman dan jadi diri sendiri,” ujarnya saat berbicara dalam acara tersebut. Ia juga menekankan pentingnya memilih pakaian yang membuat seseorang merasa percaya diri.

Gaya yang Lebih Edgy

Tara Basro tidak ragu untuk mencoba gaya yang lebih edgy dengan memadukan kebaya dengan aksesori atau pakaian yang tidak biasa. Contohnya, ia sering menggunakan sepatu boots yang tinggi untuk memberikan kesan lebih tajam. Selain itu, ia juga suka melapis (layering) beberapa elemen pakaian agar terlihat lebih unik.

Baca Juga:  Lautan Merah Putih Membanjuti Kota Bogor dalam Perayaan 1 Dekade Festival Merah Putih

“Saya suka sepatu yang aneh-aneh. Sepatu boots bisa membuat tampilan lebih edgy, atau bisa juga dipadukan dengan lapisan lain,” katanya menjelaskan gaya yang sering ia gunakan.

Koleksi Kebaya yang Berharga

Tara Basro memiliki banyak koleksi kebaya dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kali berkunjung ke suatu wilayah, ia selalu mencari kebaya khas daerah tersebut. Menurutnya, kebaya bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Koleksi kebaya saya lumayan banyak karena saya senang pakai wastra. Biasanya, saya memakai kebaya dengan bawahan kain,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memperhatikan keberlanjutan dari kebaya yang ia miliki. Ia lebih memilih kebaya vintage yang memiliki kualitas bahan yang baik dan bisa digunakan oleh generasi berikutnya. Beberapa kebaya yang ia miliki bahkan berasal dari tahun 80-an atau 90-an.

“Kebaya vintage sangat berkesan karena bisa tahan lama dan bisa diturunkan kepada anak cucu,” tambahnya.

Program ‘Kita Berkebaya’ dan Peran Kebaya dalam Budaya

Dalam rangka melestarikan kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia, Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar program ‘Kita Berkebaya’. Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh seperti Andien, Yanti Moeljono, dan Ketua Komunitas Kebaya Menari, serta Tara Basro.

Baca Juga:  7 Warna Kerudung yang Menyinari Wajah, Mana Favoritmu?

Program ini bertujuan untuk membawa kebaya menjadi wadah ekspresi diri, bukan sekadar pakaian yang kaku atau eksklusif. Harapan dari program ini adalah agar kebaya dapat menjadi bagian dari identitas sehari-hari perempuan Indonesia.

“Kita ingin kebaya bisa diterima secara luas dan dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Dengan semangat seperti ini, kebaya tidak lagi hanya dianggap sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan budaya yang bisa diadaptasi sesuai dengan perkembangan zaman.

No More Posts Available.

No more pages to load.