SMP Swasta Bekasi Hanya Terima Tiga Siswa Baru, PLT Kadisdik: Akibat Persaingan

by -di lihat 126 kali
SMP Swasta Bekasi Hanya Terima Tiga Siswa Baru, PLT Kadisdik: Akibat Persaingan

Sekolah Swasta di Bekasi Hanya Menerima Tiga Siswa Baru, Kepala Dinas Pendidikan Beri Tanggapan

SMP Persada Bhakti yang berada di kawasan Mustikajaya, Kota Bekasi, menghadapi tantangan besar dalam penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2025-2026. Hanya tiga siswa yang berhasil mendaftar, termasuk dua perempuan dan satu laki-laki. Angka ini menjadi sorotan karena sebelumnya sekolah tersebut pernah memiliki ratusan peserta didik.

Kepala SMP Persada Bhakti, Ai Suratna Sari, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 10 pendaftar. Namun, saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung, hanya tiga siswa yang hadir. Sementara tujuh pendaftar lainnya tidak datang tanpa memberikan alasan jelas. Menurut Sari, beberapa dari mereka membatalkan pendaftaran setelah ditanyakan melalui WhatsApp.

Sekolah yang telah beroperasi sejak 2003 ini kini hanya memiliki total 27 siswa. Rincian jumlah siswa adalah tiga anak di kelas VII, 12 anak di kelas VIII, dan 12 anak di kelas IX. Penurunan jumlah siswa ini terjadi secara bertahap, terutama setelah pandemi Covid-19 berakhir pada 2023. Menurut Sari, penurunan paling drastis terjadi pada tahun ini, dengan hanya tiga siswa yang diterima, sementara tahun lalu jumlahnya mencapai sekitar 14.

Baca Juga:  BMKG: Sukabumi Kembali Diguncang Gempa M3,3

Peran Sekolah Swasta dalam Persaingan Pendidikan

Alexander Zulkarnain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan konsekuensi dari persaingan antar sekolah. Ia menilai bahwa sekolah swasta harus memiliki keunggulan agar tetap diminati oleh masyarakat.

“Memang harus ada keunggulan di sekolah swasta itu. Kalau tidak, tidak akan dilirik oleh masyarakat,” ujarnya. Alexander juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas yang diberikan. Ia menyarankan agar semua sekolah, baik negeri maupun swasta, terus meningkatkan kualitasnya.

Menurut Alexander, seiring perkembangan waktu, sekolah swasta harus lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan sekolah swasta tidak boleh diabaikan, karena mereka memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan.

Upaya Sekolah untuk Memperbaiki Kondisi

Meskipun menghadapi tantangan, pihak SMP Persada Bhakti tidak khawatir tentang kemungkinan tutupnya sekolah. Humas sekolah, Irwanto, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan perbaikan fasilitas untuk menarik minat masyarakat. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain perbaikan cat gedung, pembuatan laboratorium, dan peningkatan kualitas fasilitas lainnya.

Baca Juga:  Jadwal Pertandingan Macau Open 2025 Hari Ini: Sabar/Reza vs Apriyani/Febi

Irwanto menjelaskan bahwa seluruh fasilitas sudah diperbarui dan siap digunakan untuk tahun ajaran baru. “Kami sudah siap semuanya,” katanya singkat.

Harapan untuk Solusi dari Pemerintah

Sari, kepala sekolah, berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mengatasi penurunan minat masyarakat terhadap sekolah swasta. Ia menilai bahwa bantuan dari pihak pemerintah sangat diperlukan untuk membantu sekolah swasta tetap bertahan dan berkembang.

Selain itu, Sari juga mengungkapkan bahwa penurunan jumlah siswa tidak hanya terjadi di SMP Persada Bhakti, tetapi juga dialami oleh banyak sekolah swasta di wilayah lain. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya isu lokal, tetapi juga menjadi tantangan nasional.

Dengan situasi ini, diperlukan kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan menarik bagi calon siswa. Peningkatan kualitas, inovasi, serta komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.