SMP Persada Bhakti Kota Bekasi Hanya Rekrut Tiga Siswa Baru

by -di lihat 131 kali
SMP Persada Bhakti Kota Bekasi Hanya Rekrut Tiga Siswa Baru

Sekolah Swasta di Kota Bekasi Hanya Menerima Tiga Siswa Baru

SMP Persada Bhakti yang berada di kawasan Mustikajaya, Kota Bekasi, mengalami penurunan signifikan dalam jumlah siswa baru pada tahun ajaran 2025-2026. Hanya tiga siswa yang terdaftar sebagai peserta didik baru, dengan rincian dua perempuan dan satu laki-laki.

Menurut Kepala SMP Persada Bhakti, Ai Suratna Sari, saat pendaftaran calon peserta didik baru dibuka, awalnya tercatat ada sepuluh berkas pendaftar. Namun, saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung, hanya tiga orang saja yang hadir. Sementara tujuh pendaftar lainnya tidak hadir tanpa memberikan informasi atau alasan jelas.

“Tujuh pendaftar tidak datang. Saya juga tidak tahu pasti kenapa. Karena ketika di WhatsApp ditanya kembali, ternyata tidak jadi masuk ke sini,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sampai saat ini, total jumlah siswa di SMP Persada Bhakti mencapai 27 anak. Rinciannya adalah tiga siswa di kelas 7, masing-masing 12 siswa di kelas 8 dan 9. Meskipun sebelumnya sekolah ini sempat memiliki ratusan siswa, jumlah peserta didik mulai menurun drastis sejak pandemi Covid-19 berakhir pada 2023.

Baca Juga:  Kereta Anjlok di Jakarta Kota Gangguhi Perjalanan KRL Bogor-Jakarta

“Setelah pandemi, kami mulai turun. Tahun ini paling drastis, kami hanya dapat tiga siswa. Tahun lalu sekitar 14,” tambah Sari.

Upaya untuk Menarik Minat Masyarakat

Dengan situasi ini, Sari berharap Pemerintah dapat memberikan solusi untuk mengatasi penurunan minat masyarakat terhadap sekolah swasta. Ia berharap adanya bantuan dari pihak terkait agar sekolah bisa tetap beroperasi dan menarik minat masyarakat.

Sementara itu, Humas SMP Persada Bhakti, Irwanto, menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran sekolah akan tutup. Menurutnya, pihak sekolah perlu meningkatkan fasilitas agar masyarakat kembali tertarik memilih pendidikan di sekolah swasta.

“Kami sedang meningkatkan fasilitas. Sudah mulai memperbaiki catnya. Kami juga membuat laboratorium dan memenuhi semua kebutuhan. Jadi, untuk tahun ajaran baru, kami sudah siap semuanya,” ujarnya singkat.

Perubahan yang Terjadi

Sejak berdiri pada tahun 2003, SMP Persada Bhakti pernah menjadi salah satu sekolah unggulan di wilayah tersebut. Namun, seiring waktu, jumlah siswa terus berkurang, terutama setelah wabah virus corona. Hal ini memicu perubahan strategi dan upaya-upaya baru untuk menjaga kelangsungan hidup sekolah.

Baca Juga:  Tren Penguatan IHSG Mulai Redup, Rupiah Lesu di Awal Sesi

Beberapa langkah telah dilakukan oleh pihak sekolah, seperti peningkatan kualitas fasilitas dan layanan pendidikan. Dengan harapan, hal ini dapat membantu meningkatkan minat masyarakat terhadap pendidikan di sekolah swasta.

Tantangan yang Dihadapi

Selain penurunan jumlah siswa, sekolah ini juga menghadapi tantangan lain seperti kompetisi dengan sekolah-sekolah negeri dan swasta lainnya. Banyak orang tua cenderung memilih sekolah negeri karena biaya yang lebih terjangkau dan reputasi yang lebih baik.

Namun, dengan usaha yang dilakukan, pihak sekolah berharap dapat kembali menjadi pilihan utama bagi para siswa dan orang tua. Dengan peningkatan fasilitas dan kualitas pengajaran, harapan besar ditempatkan pada kemampuan sekolah untuk bangkit kembali.

Peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan ini. Selain itu, sosialisasi dan promosi yang lebih efektif juga diperlukan agar masyarakat lebih memahami manfaat dan keunggulan pendidikan di sekolah swasta.

No More Posts Available.

No more pages to load.