Siswa SDN 2 Landasan Ulin Utara Belajar Lesehan, Ini Tanggapan Disdik Banjarbaru

by -di lihat 206 kali
Siswa SDN 2 Landasan Ulin Utara Belajar Lesehan, Ini Tanggapan Disdik Banjarbaru

Kondisi Mengkhawatirkan di SDN 2 Landasan Ulin Utara

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Landasan Ulin Utara, yang berada di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menghadapi tantangan serius dalam menyediakan ruang belajar yang memadai. Akibatnya, sebagian besar siswanya harus belajar di aula sekolah dengan kondisi yang tidak normal selama dua tahun terakhir.

Kurangnya jumlah ruang kelas menyebabkan empat kelas, yaitu kelas 3 A, B, C, dan D, harus belajar di aula. Mereka duduk di lantai atau menggunakan meja belajar mini yang dibawa dari rumah. Hal ini membuat suasana belajar menjadi tidak ideal, karena tidak semua siswa memiliki peralatan belajar yang cukup.

Pemenuhan Kebutuhan Mebel

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru telah memberikan bantuan berupa meja dan kursi untuk siswa yang belajar di aula. Namun, hingga saat ini, hanya satu kelas yang mendapatkan peralatan tersebut. Siswi lainnya masih harus belajar tanpa kursi dan meja, sehingga situasi ini terus berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan, Dedy Sutoyo, mengakui bahwa SDN 2 Landasan Ulin Utara selama ini mengalami kekurangan bangunan kelas. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah memanfaatkan aula sebagai ruang belajar sementara. Meskipun demikian, pembangunan ruang belajar permanen masih terkendala karena masalah lahan yang sedang bersengketa.

Baca Juga:  Respons Persib Bandung Terkait Masalah Ramon Tanque, Bomber Brasil Tetap Tampil untuk Pangeran Biru?

Kendala Pembangunan Ruang Belajar

Menurut Dedy, aula digunakan sebagai tempat darurat karena keterbatasan ruang kelas. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak bisa membangun ruang belajar baru di lahan yang sedang dalam proses sengketa. Hal ini menjadi penghambat utama dalam memperbaiki kondisi sekolah.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dengan kepala sekolah dan komite sekolah untuk merencanakan perluasan. Dedy berharap rencana tersebut dapat berjalan lancar dan segera terealisasi.

Kondisi Siswa dan Guru

Salah satu guru di sekolah tersebut, Zaenal Muarif, mengatakan bahwa kondisi belajar lesehan di aula telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Meskipun begitu, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal seperti biasanya. Empat kelas yang belajar di aula hanya dipisahkan oleh papan tulis triplek, sehingga suara siswa dan guru dari kelas lain masih terdengar.

Siswa juga belajar tanpa kursi dan meja seperti kelas lain. Sebagian besar dari mereka membawa sendiri meja belajar dari rumah, dan membawanya pulang setelah pembelajaran selesai. Meski beberapa hari lalu, sekolah menerima bantuan meja dan kursi baru, jumlahnya masih belum cukup untuk seluruh siswa.

Baca Juga:  KRL Bogor-Jakarta Kota Terhambat, Ini Pengaturan Rute yang Dilakukan

Tantangan dan Harapan

Kondisi SDN 2 Landasan Ulin Utara menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur pendidikan masih sangat mendesak. Sekolah yang berada di Jalan Sukamaju, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru ini memerlukan penanganan lebih lanjut agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman dan layak.

Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu segera menyelesaikan masalah lahan serta meningkatkan anggaran untuk pembangunan ruang belajar. Dengan adanya perluasan sekolah dan peningkatan fasilitas, harapan besar dapat diwujudkan untuk memberikan kualitas pendidikan yang lebih baik kepada para siswa.

No More Posts Available.

No more pages to load.