Perluasan 5G di Bandung: Teknologi Cepat Menjelajah Pusat dan Pinggiran

by -di lihat 161 kali
Perluasan 5G di Bandung: Teknologi Cepat Menjelajah Pusat dan Pinggiran

Perkembangan Jaringan 5G di Bandung Raya

Kemajuan teknologi jaringan generasi kelima atau 5G di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang pesat. Salah satu daerah yang kini mulai merasakan manfaat dari pengembangan ini adalah Bandung Raya. Kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan, industri kreatif, dan gaya hidup digital ini kini semakin mudah mengakses jaringan 5G yang lebih stabil dan merata.

Sejak awal tahun 2025, jaringan 5G di Bandung telah diperluas secara bertahap. Kini, jaringan ini mencakup berbagai titik penting mulai dari pusat kota hingga wilayah pinggiran. Berdasarkan data hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 172 Base Transceiver Station (BTS) 5G aktif beroperasi di Bandung dan sekitarnya, termasuk Kota dan Kabupaten Bandung, Cimahi, serta area Bandara Internasional Kertajati.

Jangkauan sinyal 5G kini meliputi berbagai koridor utama kota. Mulai dari kawasan barat seperti Gate Toll Pasteur dan Jl. Pajajaran, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jl. Merdeka dan Jl. Riau, serta daerah timur seperti Jl. Supratman dan Jl. A. Yani. Dengan demikian, warga Bandung kini dapat mengakses jaringan 5G tanpa terputus di banyak lokasi strategis.

Baca Juga:  Warga Desak Pemprov Jabar Perbaiki Jembatan Dayeuhkolot yang Sudah Tewaskan Banyak Korban

Tidak hanya kawasan komersial, jaringan 5G juga menjangkau berbagai tempat penting seperti pusat pemerintahan, ruang publik, universitas, stasiun, hingga bandara. Beberapa lokasi yang sudah terhubung dengan jaringan 5G antara lain Gedung Sate, ITB, UNPAD, Telkom University, Stasiun KCIC, serta Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan beberapa pusat perbelanjaan modern di kawasan ini.

Menurut Direktur Marketing Telkomsel, Derrick Heng, dalam jumpa pers peluncuran 5G Telkomsel di Bandung, Senin (21/7), “Sebagai bagian dari transformasi digital nasional, Telkomsel terus menghadirkan ragam solusi 5G yang relevan, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh segmen pelanggan.”

Dari sisi pengguna, data terbaru menunjukkan bahwa penetrasi perangkat 5G di Bandung Raya sudah mencapai sekitar 23 persen dari total pengguna ponsel. Konsumsi data rata-rata harian per pengguna mencapai 202 GB per bulan. Angka ini menunjukkan respons yang cukup tinggi dari masyarakat terhadap kehadiran jaringan baru tersebut.

Secara teknis, kecepatan unduh maksimum jaringan 5G mencapai 730 Mbps, dengan unggah hingga 161 Mbps. Tingkat latensi yang lebih rendah dibanding jaringan 4G memungkinkan pengalaman yang lebih baik untuk aktivitas seperti streaming, gim daring, hingga konferensi video.

Baca Juga:  Satgas Ungkap Rahasia Umum Penggilingan Beras di Tasikmalaya

Di balik pengembangan jaringan ini, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga mulai diterapkan untuk pengelolaan jaringan secara otomatis. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kestabilan layanan.

Namun, perluasan jaringan 5G ini juga membawa sejumlah tantangan. Sebagian warga masih mempertanyakan kesenjangan akses antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Meskipun Bandung sebagai kota besar telah menikmati jaringan 5G secara luas, belum semua daerah di Jawa Barat mendapatkan fasilitas serupa. Pemerataan jaringan digital tetap menjadi pekerjaan rumah yang penting untuk masa depan konektivitas di Indonesia.

Hingga pertengahan 2025, jaringan 5G telah menjangkau 56 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Meskipun cakupannya terus bertambah, tantangan dalam hal infrastruktur, perangkat pendukung, dan akses masyarakat ke teknologi ini masih memerlukan perhatian lebih lanjut dari para pemangku kepentingan.

No More Posts Available.

No more pages to load.