Penyu Raksasa 90 Kg Tewas Terkena Jerat Nelayan di Sukabumi

by -di lihat 201 kali
Penyu Raksasa 90 Kg Tewas Terkena Jerat Nelayan di Sukabumi

Penyu Berat 90 Kilogram Ditemukan Mati di Pantai Minajaya

Pada hari Minggu (20/7/2025), sebuah penyu dengan berat mencapai 90 kilogram ditemukan dalam kondisi mati di lepas laut Pantai Minajaya, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekosistem laut dan ancaman yang dihadapi satwa laut tersebut.

Ade Hendri Yunanto, petugas Analis Rehabilitasi Konservasi Penyu Pangumbahan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai penyu yang ditemukan mati. Setelah dilakukan identifikasi, ditemukan adanya tanda-tanda jeratan pada tubuh penyu tersebut.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada penyu mati, kemudian kami melakukan identifikasi. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya jeratan,” ujar Ade saat dihubungi melalui WhatsApp.

Menurut penjelasan Ade, penyu yang ditemukan adalah jenis penyu hijau dengan jenis kelamin perempuan. Diduga kuat, kematian penyu ini disebabkan oleh terkena jaring nelayan. Meski demikian, Ade menyatakan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini.

“Kemungkinan besar penyu ini tertangkap saat nelayan menurunkan jaring. Tidak ada niat untuk menangkap penyu, tetapi secara tidak sengaja, penyu terjerat,” jelas Ade.

Baca Juga:  Promo Makanan Spesial HUT RI 17 Agustus 2025, Ada BMK Baso dan Big Kong Dimsum

Setelah proses identifikasi selesai, bangkai penyu yang memiliki panjang 78 cm dan lebar 64 cm itu dikuburkan di area Pantai Minajaya. Proses penguburan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap satwa laut serta untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Selama periode Januari hingga Juli 2025, Ade mengungkapkan bahwa sudah ada dua kasus kematian penyu yang dilaporkan. Pertama, pada tanggal 15 Mei 2025, seorang penyu ditemukan mati di Pantai Cibuaya. Penyu tersebut berusia 30 tahun dan memiliki bobot 20 kilogram.

“Penyu tersebut mati akibat terkena baling-baling dari perahu nelayan,” tambah Ade.

Kejadian-kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan para nelayan agar lebih waspada terhadap dampak aktivitas mereka terhadap lingkungan laut. Selain itu, juga menjadi ajakan untuk meningkatkan kesadaran akan perlindungan satwa laut, khususnya penyu yang merupakan salah satu spesies langka dan rentan terhadap ancaman eksternal.

Beberapa langkah telah diambil oleh pihak terkait untuk meminimalisir risiko kematian penyu di wilayah tersebut. Misalnya, sosialisasi kepada nelayan tentang penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, serta penguatan pengawasan di daerah-daerah yang sering menjadi tempat berkembang biak penyu.

Baca Juga:  Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Mengguncang Bogor

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan dapat memicu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi konservasi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut serta melindungi keanekaragaman hayati di sekitar pantai Sukabumi.

No More Posts Available.

No more pages to load.