Pengusaha Nanas di Bekasi Diancam Golok oleh Ormas

by -di lihat 212 kali
Pengusaha Nanas di Bekasi Diancam Golok oleh Ormas

Peristiwa Pemalakan di Bekasi yang Viral di Media Sosial

Seorang pedagang nanas bernama Iyan menjadi korban pemalakan yang dilakukan oleh dua orang yang mengaku sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas). Kejadian ini terjadi di Jalan Raya Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi pada hari Kamis (17/7/2025) lalu. Selain dipalak, Iyan juga diancam menggunakan senjata tajam yang dibawa oleh pelaku. Aksi tersebut terekam dalam kamera pengawasan dan menyebar luas di media sosial.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Iyan, peristiwa dimulai saat dua orang dari ormas mendatangi lapak dagangannya. Mereka langsung mengambil satu kantong nanas tanpa sepengetahuan Iyan. Saat itu, Iyan merasa tidak setuju dan memprotes tindakan mereka. Terjadilah cekcok antara Iyan dan pelaku.

“Saya keberatan memberikan satu kantong nanas itu. Akhirnya terjadi cekcok biasa, seperti adu mulut. Setelah itu, mereka pergi,” ujarnya pada Senin (21/7/2025).

Ancaman dengan Senjata Tajam

Beberapa menit kemudian, kedua pelaku kembali ke lokasi dagang Iyan. Kali ini, mereka membawa senjata tajam berupa golok dan mengancam korban. Menurut Iyan, aksi tersebut terjadi kurang lebih 20 menit setelah pertengkaran awal.

Baca Juga:  Viral, Plafon Sekolah Cipatat Bandung Barat Rusak Parah dan Tanpa Listrik

“Mereka datang lagi dengan membawa golok. Seperti yang terlihat dalam video, mereka mengejar saya,” katanya.

Melihat kondisi darurat, Iyan langsung panik dan berusaha melarikan diri. Ia menuju sebuah perusahaan yang tidak jauh dari tempat usahanya.

“Saya berusaha menyelamatkan diri dan akhirnya lari ke area gerbang oranye itu,” tambahnya.

Pelaporan ke Polsek Bantargebang

Iyan juga menjelaskan bahwa salah satu pelaku mengaku berasal dari ormas. Ia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bantargebang. Dalam laporan tersebut, Iyan berharap pihak berwajib dapat memberantas aksi premanisme seperti ini.

“Harapan saya adalah agar aksi-aksi seperti ini bisa diberantas. Supaya tidak ada pemalakan atau hal-hal serupa terhadap pedagang kecil seperti saya,” ujarnya.

Tindakan yang Diambil Oleh Pihak Berwenang

Polisi telah menangani kasus ini dan sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan identitas pelaku. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus pemalakan terhadap pedagang kecil semakin marak, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki pengawasan ketat.

Beberapa warga setempat menyebutkan bahwa kejadian seperti ini sering terjadi, terutama jika para pedagang tidak memiliki perlindungan yang cukup. Mereka berharap pihak berwenang bisa lebih aktif dalam menangani masalah ini.

Baca Juga:  Wisatawan Blokade Flyover Pasupati, Kemacetan 3 Km Akibat Larangan Study Tour

Reaksi Masyarakat

Kejadian ini juga mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Banyak yang menyampaikan dukungan kepada Iyan dan menuntut adanya tindakan tegas terhadap pelaku. Beberapa netizen juga membagikan video kejadian tersebut di media sosial, sehingga membuat kasus ini semakin viral.

Pemalakan terhadap pedagang kecil bukanlah hal baru, tetapi kejadian seperti ini semakin mengkhawatirkan karena terjadi secara berulang dan tanpa ada penanganan yang maksimal. Masyarakat berharap pihak berwenang bisa lebih responsif dalam melindungi para pelaku usaha kecil yang sering menjadi target aksi premanisme.

No More Posts Available.

No more pages to load.