Pasar Terapung Tiba di TMII, Menghadirkan Nuansa 1000 Sungai Banjarmasin!

by -di lihat 120 kali
Pasar Terapung Tiba di TMII, Menghadirkan Nuansa 1000 Sungai Banjarmasin!

Keunikan Pasar Terapung sebagai Warisan Budaya Suku Banjar

Pasar terapung adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang lahir, tumbuh, dan berkembang sebagai adaptasi masyarakat Suku Banjar di sekitar Kota Banjarmasin terhadap lingkungan alaminya. Wilayah ini secara dominan dikelilingi oleh perairan darat seperti rawa-rawa dan berbagai sungai, sehingga membuat kota ini dikenal dengan julukan “Kota 1000 Sungai” sejak ratusan tahun silam.

Sebagai warisan budaya sungai yang otentik dan khas, pasar terapung bukan hanya menjadi tempat bertemunya pedagang dan pembeli di atas air, tetapi juga telah berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik minat banyak orang. Kehadirannya menjadi ikon pariwisata yang membanggakan bagi masyarakat Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.

Keunikan pasar terapung ini akhirnya menyebar ke seluruh penjuru Nusantara bahkan hingga mancanegara, terutama setelah salah satu stasiun televisi swasta menjadikannya sebagai station ID. Hal ini memperkuat upaya pelestarian oleh seluruh elemen masyarakat Urang Banjar.

Pasar Terapung akan Hadir di TMII

Terbaru, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Gubernur Haji Muhidin dalam kunjungannya ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyampaikan rencana penghadiran pasar terapung yang memiliki nuansa khas Kota Banjarmasin. Rencananya, pasar terapung ini akan hadir meramaikan anjungan Kalimantan Selatan di TMII, Jakarta.

Baca Juga:  Warga Bekasi Bisa ke Jakarta Naik KA Eksekutif, Tiket Mulai Rp40.000

Pemilihan TMII sebagai lokasi penyajian pasar terapung merupakan pilihan strategis karena TMII merupakan etalase budaya nusantara yang merepresentasikan keberagaman tradisi dari seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan, kehadiran pasar terapung ini dapat meningkatkan daya tarik wisata, menjadi media edukasi bagi pengunjung, serta membuka akses baru bagi UMKM dari Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan ke-11 yang dilantik pada 16 Desember 2024 ini akan memboyong replika hidup warisan budaya sungai yang diyakini telah eksis sejak era Kesultanan Banjarmasin. Replika ini akan dibangun menggunakan CSR dari Bank Kalsel, bank plat merah yang saham terbesarnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Bentuk dan Konsep Pasar Terapung di TMII

Desain pasar terapung di TMII akan dirancang semirip mungkin dengan pasar terapung asli. Rencananya, pasar ini akan diramaikan oleh pedagang-pedagang khas yang menjual produk-produk khas Kalimantan Selatan seperti kerajinan tangan, kuliner tradisional seperti soto Banjar, serta buah-buahan segar dan hasil bumi lainnya.

Kehadiran pasar terapung di TMII tidak hanya menjadi peluang usaha baru bagi para pelaku UMKM, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan keunikan budaya Banjar kepada publik yang lebih luas. Ini bisa menjadi kesempatan emas untuk memperluas pasar produk-produk lokal.

Baca Juga:  8 Tanda Wanita Terobsesi pada Penampilan dan Maknanya

Perbedaan Pasar Terapung Asli dan Buatan

Ada dua jenis pasar terapung yang saat ini masih eksis di Kalimantan Selatan, yaitu Pasar Terapung Muara Kuin di Tepian Sungai Barito dan Pasar Terapung Lok Baintan di hilir Sungai Martapura. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.

Pasar terapung asli biasanya aktif sebelum subuh dan berlangsung dalam waktu singkat. Interaksi antara penjual dan pembeli dilakukan langsung di atas perahu. Sementara itu, pasar terapung buatan biasanya disesuaikan dengan acara tertentu, dan interaksi dilakukan dengan penjual yang tetap berada di atas jukung, sedangkan pembeli berada di daratan.

Pengalaman Unik di Pasar Terapung TMII

Jika desain pasar terapung di TMII menggabungkan unsur dari kedua jenis pasar terapung yang ada, maka pengunjung akan merasakan sensasi yang mirip dengan suasana aslinya. Mereka bisa menikmati soto Banjar atau Katupat Batumis sambil duduk lesehan di tepi sungai buatan, menyaksikan jukung khas Banjar yang berlalu-lalang dengan dagangan yang diangkat dan dijual.

Selain itu, pengunjung juga akan mendengar percakapan berbahasa Banjar atau lagu Ampar-ampar Pisang yang mengisi suasana. Sensasi ini tidak hanya dinikmati oleh mereka yang rindu Banjarmasin, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin menjelajahi kekayaan budaya nusantara dalam satu lokasi.

Baca Juga:  Indointernet (EDGE) Catat Laba Bersih Rp54,4 Miliar di Semester I/2025

Dengan hadirnya pasar terapung di TMII, diharapkan dapat memberikan pengalaman dan wawasan edukatif yang tak terlupakan tentang kekayaan sejarah, tradisi, dan budaya Kalimantan Selatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.