Pemkot Bekasi Akui Kekurangan Fasilitas di SDN Kayuringin Jaya 16
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akhirnya memberikan respons terkait kondisi minimnya fasilitas meja dan kursi yang dialami SDN Kayuringin Jaya 16. Hal ini menunjukkan bahwa pihak dinas pendidikan setempat menyadari adanya kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kondisi sekolah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain mengungkapkan bahwa pihaknya telah memastikan akan segera mengirim bantuan berupa meja dan kursi ke SDN Kayuringin Jaya 16 pada Agustus 2025. Ia menjelaskan bahwa pengiriman tersebut akan dimulai pada bulan tersebut, meskipun belum ada informasi lebih rinci tentang jumlah dan jenis bantuan yang akan diberikan.
Selain itu, Alexander juga menyampaikan rencana untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala SDN di Kota Bekasi. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah bahwa jika sekolah mereka mengalami kekurangan fasilitas, maka dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai solusi.
“Kami akan mengundang semua kepala SDN untuk rapat di lantai tiga. Kami ingin menekankan bahwa dana BOS pusat bisa digunakan untuk membeli meja dan kursi atau memperbaiki kursi yang rusak,” ujarnya.
Upaya Perbaikan Fasilitas dengan Dana BOS
Sebelumnya, Kepala SDN Kayuringin Jaya XVI, Jumiyati mengungkapkan bahwa guru-guru dan jajaran sekolah tidak lagi patungan uang untuk biaya perbaikan kursi murid. Alasannya karena pihak sekolah sudah diarahkan untuk menggunakan dana BOS. Meski demikian, perbaikan kursi yang rusak dilakukan secara bertahap dengan menggunakan dana BOS tersebut.
Jumiyati menjelaskan bahwa meskipun perbaikan dilakukan, masih banyak siswa yang tidak memiliki kursi. Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah menerapkan sistem shifting atau pergantian penggunaan kursi di setiap kelas. Dengan sistem ini, siswa tidak lagi duduk lesehan di lantai selama pembelajaran berlangsung.
“Alhamdullilah, meskipun masih kurang satu kelas yang terdiri dari 20 siswa, kami membuat sistem shift agar tetap bisa belajar tanpa harus duduk lesehan,” kata Jumiyati.
Kondisi Sekolah Pasca-Banjir
Menurut informasi yang disampaikan oleh Jumiyati, sejak dilanda banjir sekitar tiga bulan lalu, SDN Kayuringin Jaya 16 masih mengalami kekurangan meja dan kursi. Sebagai upaya sementara, guru-guru dan jajaran sekolah sempat melakukan patungan dana pribadi untuk memperbaiki fasilitas tersebut.
“Kami melakukan perbaikan kursi dengan cara melas, menggunakan dana pribadi dari guru-guru yang saling berinisiatif karena tanggung jawab sebagai guru,” ungkapnya.
Selain itu, Jumiyati juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah dengan meminta orang tua siswa untuk membawa meja belajar dari rumah. Hal ini dilakukan karena kekurangan kursi membuat hanya beberapa siswa yang memiliki kursi di dalam kelas.
“Orang tua murid memahami situasi ini. Mereka membiarkan anak-anak membawa meja dari rumah dan duduk lesehan saat belajar,” tambahnya.
Solusi Sementara dan Harapan ke Depan
Kondisi yang dialami SDN Kayuringin Jaya 16 menunjukkan betapa pentingnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap kualitas pendidikan di wilayah-wilayah tertentu. Meskipun ada upaya-upaya perbaikan sementara, seperti penggunaan dana BOS dan inisiatif guru serta orang tua, kondisi ini tetap menjadi tantangan besar bagi proses belajar mengajar.
Dengan rencana pengiriman bantuan meja dan kursi pada Agustus 2025, diharapkan kondisi sekolah tersebut dapat segera membaik. Namun, selain bantuan fisik, peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan pemerintah, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses layanan pendidikan yang layak.






