Masih Kosong, Tapi Siap: Koperasi Merah Putih Bayalangu Cirebon Tinggal Tunggu Tanda Mulai

by -di lihat 79 kali
Masih Kosong, Tapi Siap: Koperasi Merah Putih Bayalangu Cirebon Tinggal Tunggu Tanda Mulai

Koperasi Desa Merah Putih Bayalangu Kidul Siap Diresmikan

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bayalangu Kidul, yang berada di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, telah menyiapkan segala sesuatu secara matang meskipun bangunan fisiknya belum berdiri. Kesiapan ini mencakup legalitas lengkap, struktur tim yang terbentuk, serta lahan seluas 30.000 meter persegi yang telah disiapkan untuk mendukung berbagai kegiatan koperasi.

Kepala Desa Bayalangu Kidul, Sugiarto, mengatakan bahwa koperasi ini telah dipersiapkan sejak awal dengan perencanaan yang matang. Ia menyebutkan bahwa regulasi dan pembuatan Perusahaan Terbatas (PT) sudah selesai, serta legalitasnya juga telah siap. Hanya tinggal menunggu instruksi pelaksanaan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Lahan yang akan menjadi lokasi KDMP Bayalangu Kidul terletak di sisi jalan Arjawinangun–Jagapura. Meski saat ini masih berupa tanah kosong dengan rerumputan liar, Sugiarto yakin potensi yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

“Kebetulan lahan yang saya gunakan untuk kantor koperasi nanti berada di daerah yang sangat rendah dan setiap tahun terkena banjir,” ujar Sugiarto.

Baca Juga:  Alasan Telkomsel Perluas Jaringan 5G di Bandung: Kebutuhan Akses Stabil

Untuk mengatasi masalah banjir, pemerintah desa akan melakukan urugan dengan tanah dari dataran tinggi di desa yang sama. Metode ini dinilai lebih murah dan efisien dibandingkan mengambil tanah dari luar.

“Kita manfaatkan tanah dari daerah tinggi untuk diurug di lahan ini. Ini jadi poin plus buat kami, dengan anggaran rendah bisa tetap bangun,” tambahnya.

KDMP Bayalangu Kidul akan bergerak di sektor pertanian dan perdagangan. Potensi besar tersedia karena desa ini memiliki luas lahan pertanian mencapai 530 hektare. Panen bisa dilakukan dua hingga tiga kali setahun.

“Kalau 1 hektare bisa menghasilkan 6 ton, berarti totalnya bisa 30.000 ton. Itu cukup untuk menopang koperasi,” ujar Sugiarto.

Ia optimistis, keberadaan koperasi ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Apalagi, warga Bayalangu Kidul dikenal antusias terhadap kegiatan sosial dan ekonomi.

“Orang-orang kita tuh sangat antusias dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya masyarakat banyak,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah desa juga merancang pengembangan wisata air di Kali Sriganala yang melintasi desa. Rencananya adalah membuat bendungan kecil dan perahu-perahu untuk anak-anak.

Baca Juga:  Kasus Pesta Pernikahan di Garut Ditangani Polda Jabar, Mempelai Serahkan ke EO

“Kita ingin bikin tempat main anak-anak sore hari, sambil menghidupkan ekonomi desa lewat wisata air,” kata Sugiarto.

Menurutnya, koperasi ini bukan hanya soal simpan pinjam, tapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial.

Satu-satunya kendala saat ini adalah belum adanya instruksi teknis dan pelatihan (Bimtek) dari pemerintah pusat atau daerah.

“Kita tinggal tunggu perintah. Untuk Bimteknya dan juknisnya belum sampai ke kita. Kita sudah coba koordinasi secara kedinasan ke kecamatan, tapi sampai saat ini belum ada jawaban,” ujarnya.

Meski begitu, KDMP Bayalangu Kidul tetap bersiap untuk beroperasi secepatnya. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan rencana pengembangan yang matang, koperasi ini diharapkan menjadi salah satu pusat perekonomian yang kuat di wilayah tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.