Korban Penipuan Travel Umrah di Kendari: Syukuran Tapi Gagal Berangkat

by -di lihat 183 kali
Korban Penipuan Travel Umrah di Kendari: Syukuran Tapi Gagal Berangkat

Harapan Calon Jemaah Umrah di Kendari Pupus, Travel Tidak Memenuhi Janji

Seorang calon jemaah umrah asal Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Yosi mengungkapkan kekecewaannya setelah rencana perjalanannya ke Tanah Suci ditunda tanpa pemberitahuan. Ia dan sejumlah jemaah lainnya memilih untuk mendaftar melalui Smarthajj Travel Haji dan Umrah, namun kini tak kunjung mendapatkan kepastian.

Beberapa bulan lalu, Yosi masih yakin bahwa ia akan segera berangkat ke Arab Saudi. Segala persiapan telah dilakukan, mulai dari dokumen hingga kebutuhan selama berada di sana. Namun, tiba-tiba ia diberi kabar bahwa perjalanan yang sudah direncanakan tidak bisa dilakukan.

“Kami ditelepon pada hari itu juga dan diberitahu bahwa kami gagal berangkat,” ujar Yosi saat dihubungi BogorMedia. Menurut informasi yang ia terima, alasan utamanya adalah karena Kementerian Agama enggan mengeluarkan dokumen Siskopatuh, salah satu syarat penting dalam pemberangkatan jemaah.

Yosi bersama para jemaah lainnya kemudian datang ke Kantor Smarthajj Kendari untuk menanyakan kejelasan. Pemilik travel tersebut memberikan dua opsi, yaitu berangkat atau mengembalikan uang tanpa potongan. Yosi memilih pengembalian uang dan berencana menggunakan jasa travel lain. Ia mengatakan bahwa pihak travel sempat menjanjikan keberangkatan pada bulan April, tetapi hingga kini janji tersebut belum terpenuhi.

Baca Juga:  Solo Mining Bitcoin Kembali Populer, Untung Besar

Masalah ini membuat Yosi dan jemaah lainnya merasa tertipu. Bahkan, mereka melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. “Yang paling membuat kami marah adalah uang belum dikembalikan, tapi mereka justru memberangkatkan jemaah baru,” keluhnya.

Menurut Yosi, pihak travel seharusnya lebih memprioritaskan jemaah yang sudah melakukan pembayaran. Mereka bahkan sampai malu kepada tetangga karena informasi keberangkatan telah tersebar. Beberapa orang bahkan telah melakukan upacara barasanji dan doa selamat, namun tiba-tiba dibatalkan karena tidak jadi berangkat.

Sementara itu, pihak Smarthajj Kendari belum memberikan respons terkait laporan ini. Pesan yang dikirim oleh BogorMedia ke admin Smarthajj Kendari belum juga mendapat balasan. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan para jemaah bahwa ada ketidaktransparanan dalam proses administrasi dan pengelolaan dana.

Dampak yang Ditimbulkan

Kejadian ini tidak hanya berdampak pada kepercayaan para jemaah, tetapi juga memicu kekhawatiran tentang kredibilitas travel umrah yang bekerja sama dengan pemerintah. Selain itu, banyak jemaah yang merasa dirugikan secara finansial dan emosional.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi calon jemaah untuk lebih waspada dan memastikan bahwa pihak travel memiliki lisensi resmi serta reputasi yang baik. Selain itu, adanya pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah dan lembaga terkait diperlukan agar hal serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Harga Dusan Vlahovic untuk AC Milan Terjangkau

Para jemaah seperti Yosi berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dengan cara yang adil. Mereka ingin uang yang telah dibayarkan kembali, serta transparansi dari pihak travel agar tidak ada lagi kekecewaan di masa depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.