Kepala BUMD Kabupaten Bekasi Diduga Selingkuh dengan Anggota DPRD

by -di lihat 175 kali
Kepala BUMD Kabupaten Bekasi Diduga Selingkuh dengan Anggota DPRD

Kasus Perselingkuhan di Lingkungan BUMD Kabupaten Bekasi Menghebohkan

Sebuah dugaan skandal perselingkuhan antara seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi dengan oknum pimpinan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menimbulkan reaksi keras dari pihak keluarga. Insiden ini diketahui oleh Cecep Noor, yang merupakan ayah dari suami anggota DPRD tersebut. Ia mengungkapkan bahwa menantunya diduga terlibat dalam hubungan tidak sah dengan seorang pria yang disebut sebagai direksi BUMD.

Menurut Cecep, peristiwa ini terjadi saat menantunya bersama pria tersebut di sebuah hotel di Yogyakarta. Ia menyampaikan kekecewaannya melalui konferensi pers di Cikarang pada malam hari, menjelaskan bahwa tindakan tersebut sangat merusak martabat keluarganya. Ia menilai bahwa hal ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga berpotensi merusak citra pemerintahan daerah.

Cecep menekankan bahwa ia tidak akan diam jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, tindakan seperti ini bisa saja terulang dan menimbulkan korban-korban baru. Ia meminta kepada Bupati Bekasi untuk segera mengambil langkah tegas terhadap oknum direksi tersebut, termasuk memecahkan jabatannya.

Baca Juga:  Ekti Imanuel Bangga dengan Seni Budaya Kaltim di EBIFF 2025

Ia juga menyampaikan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang jika oknum tersebut tetap bertahan di posisinya. Dengan adanya banyak perempuan di lingkungan legislatif, ia berharap agar hal ini tidak terulang kembali. Ia menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak bisa saja melanggar hukum, terutama Pasal 284 KUHP yang telah diperbarui dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Pihak keluarga sudah melakukan upaya mediasi secara kekeluargaan, tetapi belum ada respons positif dari pihak terkait. Cecep menegaskan bahwa ini bukan soal membuka aib keluarga, tetapi lebih pada menjaga harga diri dan martabat keluarga. Ia berencana untuk membawa kasus ini ke ranah hukum dan sudah memiliki bukti-bukti lengkap bersama dengan kuasa hukumnya.

Sikap Bupati Bekasi

Sementara itu, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menyatakan bahwa ia akan bersikap seimbang dalam menghadapi situasi ini. Sebagai kepala daerah dan Ketua DPC PDI Perjuangan, ia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah secara damai dan musyawarah. Ia mengatakan bahwa proses hukum akan tetap dijalani sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Biografi Teuku Umar: Sang Singa Aceh yang Menipu Belanda untuk Bangsanya

Ade juga menyampaikan informasi bahwa selain pihak korban, pihak lelaki yang diduga terlibat juga melaporkan penganiayaan. Ia berharap semua pihak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik tanpa menimbulkan kerugian bagi siapa pun.

Langkah Selanjutnya

Keluarga dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika tidak ada kesepakatan yang mencapai solusi, maka penyelesaian akan dilakukan melalui jalur hukum. Dengan adanya bukti-bukti yang telah dikumpulkan, pihak keluarga berharap dapat mendapatkan keadilan dan kejelasan dari pihak BUMD.

Masalah ini menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam institusi pemerintahan bahwa tindakan yang tidak etis dapat berdampak besar, baik secara personal maupun institusional. Dengan demikian, penting bagi setiap individu untuk menjaga kepercayaan dan integritas dalam menjalankan tugasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.