Insiden Pesta Anak KDM di Garut, 10 Saksi Diperiksa Polisi

by -di lihat 97 kali
Insiden Pesta Anak KDM di Garut, 10 Saksi Diperiksa Polisi

Penyelidikan Insiden Kericuhan di Pesta Pernikahan Wakil Bupati Garut

Polres Garut sedang melakukan penyelidikan terkait insiden kericuhan yang terjadi saat pesta rakyat syukuran pernikahan putra Dedi Mulyadi, Maula Akbar dengan Wakil Bupati (Wabup) Garut Putri Karlina. Dalam kejadian tersebut, tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami pingsan akibat kehabisan oksigen.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sekitar 10 orang untuk mengungkap dugaan kelalaian dalam insiden ini. Ia menjelaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pengamanan, wedding organizer (WO), Satpol PP, tim kesehatan, serta pihak lain yang hadir di lokasi acara.

Proses Penyelidikan dan Pemeriksaan Saksi

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian juga memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. Menurut Joko, pemeriksaan ini mencakup seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta rakyat tersebut. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada kesalahan atau kelalaian yang berkontribusi pada insiden tersebut.

Baca Juga:  Demo Larangan Study Tour, Bus Blokir Jalan Layang Bandung

Insiden kericuhan terjadi pada Jumat (18/7) siang, ketika masyarakat antre untuk mengikuti agenda hiburan dan pembagian makan gratis di Pendopo dan Alun-Alun Garut. Kejadian ini berujung pada tiga korban jiwa dan puluhan korban luka.

Pelimpahan Kasus ke Polda Jabar

Setelah proses penyelidikan awal selesai, kasus ini dilimpahkan ke Direktorat Kriminal Umum (Krimum) Polda Jabar. Joko menyampaikan bahwa semua berkas penyelidikan dan laporan polisi sudah diserahkan kepada pihak Polda Jabar. Keputusan ini dilakukan berdasarkan instruksi dari Kepala Polda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, yang sebelumnya juga langsung mengecek lokasi kejadian di Pendopo Garut.

Ia menegaskan bahwa pihak Polres Garut siap membantu proses penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh Polda Jabar. Penyelidikan akan terus berlangsung untuk memastikan adanya kejelasan dan penanganan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Korban Jiwa dalam Insiden

Dari tiga korban jiwa yang meninggal dunia, satu di antaranya adalah anggota Polres Garut, Bripka Cecep Saeful Bahri (39 tahun). Selain itu, dua warga sipil juga menjadi korban, yaitu seorang anak usia delapan tahun bernama Vania Aprilia dan Dewi Jubaeda (61 tahun), yang merupakan warga Garut.

Baca Juga:  Kasrem 061 SK Lepas Kirab Merah Putih, Rayakan HUT ke-80 RI di Bogor

Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang pengelolaan acara dan pengamanan di lokasi kejadian. Masyarakat dan keluarga korban berharap proses hukum dapat segera diselesaikan dengan transparan dan adil.

Langkah-Langkah Pengamanan dan Pencegahan

Menyusul insiden ini, pihak kepolisian dan instansi terkait berkomitmen untuk meningkatkan pengamanan dalam acara-acara besar yang melibatkan masyarakat luas. Pemantauan dan koordinasi antarinstansi akan diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Selain itu, pentingnya komunikasi antara penyelenggara acara dan pihak berwenang juga menjadi fokus utama. Dengan demikian, potensi kerumunan dan risiko cedera dapat diminimalisir.

Proses penyelidikan dan penanganan hukum terhadap kasus ini akan terus berlanjut hingga mendapatkan hasil yang memuaskan bagi semua pihak terkait.

No More Posts Available.

No more pages to load.