Sekolah Swasta di Bekasi Hanya Dapat Tiga Murid Baru untuk Tahun Ajaran 2025/2026
SMP Persada Bhakti, sebuah sekolah swasta yang berada di Kota Bekasi, mengalami penurunan drastis dalam jumlah siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Hanya tiga murid yang berhasil mendaftar dan hadir saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), meskipun sebelumnya ada sepuluh berkas pendaftaran yang masuk.
Kepala SMP Persada Bhakti, Ai Suratna Sari, menyampaikan kekhawatiran terhadap situasi ini. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih agar bisa menutupi ketimpangan yang terjadi dalam distribusi peserta didik.
“Harapannya ke depan semoga pemerintah dapat menutupi kekurangan yang sekarang, agar lebih ada pemerataan,” ujarnya kepada wartawan.
Dalam proses pendaftaran, sekolah menerima sepuluh berkas pendaftar. Namun, saat MPLS berlangsung, hanya tiga siswa yang hadir. Ketiganya terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Sementara tujuh orang lainnya tidak hadir tanpa memberikan pemberitahuan. Menurut Sari, beberapa dari mereka bahkan membatalkan pendaftaran setelah dihubungi melalui WhatsApp.
“Tujuhnya enggak datang. Saya juga tidak tahu pasti kenapa. Karena ketika di-WA, ditanya kembali, ternyata tidak jadi untuk masuk ke sini,” tambahnya.
Saat ini, total jumlah siswa di SMP Persada Bhakti hanya sebanyak 27 orang. Rincian tersebut adalah tiga siswa di kelas 7, dan masing-masing 12 siswa di kelas 8 dan 9. Meskipun sekolah ini telah berdiri sejak tahun 2003 dan sempat memiliki ratusan siswa, jumlah peserta didik mulai menurun secara signifikan sejak pandemi Covid-19 berakhir pada 2023.
“Pas habis pandemi ini kita mulai turun. (Tahun) ini paling drastis, kita cuma dapat tiga, tahun lalu sekitar 14,” jelas Sari.
Penurunan Jumlah Siswa di Sekolah Swasta
Menurut Kadisdik Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, penurunan jumlah siswa di sekolah swasta merupakan konsekuensi dari persaingan. Ia menilai bahwa sekolah swasta harus memiliki keunggulan tertentu agar tetap diminati oleh masyarakat.
“Ya itu konsekuensi dari persaingan ya. Memang harus ada keunggulan di sekolah swasta itu. Kalau enggak, enggak dilirik oleh masyarakat,” ujarnya.
Zulkarnain menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah swasta agar tetap bisa bersaing dengan sekolah negeri atau lembaga pendidikan lainnya. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama meningkatkan kualitas agar masyarakat lebih percaya dan memilih sekolah swasta sebagai pilihan utama.
“Makanya semuanya harus meningkatkan kualitas, termasuk sekolah swasta,” imbuhnya.
Perlu Ada Solusi Jangka Panjang
Situasi yang dialami SMP Persada Bhakti menjadi indikasi bahwa banyak sekolah swasta di wilayah Bekasi dan sekitarnya sedang menghadapi tantangan serius. Penurunan jumlah siswa tidak hanya berdampak pada kinerja sekolah, tetapi juga pada keberlanjutan operasional dan kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada penurunan ini antara lain persaingan dengan sekolah negeri, perubahan kebijakan pendidikan, serta kurangnya promosi dan inovasi di sekolah swasta. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan strategi yang lebih komprehensif, seperti peningkatan mutu pengajaran, fasilitas yang lebih memadai, dan program-program yang menarik minat calon siswa.
Selain itu, kerja sama antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih seimbang dan berkualitas. Dengan langkah-langkah yang tepat, harapan besar dapat dibangun agar sekolah-sekolah swasta tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat.





