Bupati Citra: Koperasi Desa Merah Putih Pangandaran Sudah Terbentuk, Tinggal Modal

by -di lihat 126 kali
Bupati Citra: Koperasi Desa Merah Putih Pangandaran Sudah Terbentuk, Tinggal Modal

Peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pangandaran

Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan rasa syukur atas peresmian Koperasi Desa Merah Putih yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (21/7/2025). Acara tersebut berlangsung secara virtual dan dihadiri oleh para Kepala Desa serta Camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Dalam pernyataannya, Bupati Citra menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 93 desa di Kabupaten Pangandaran telah resmi membentuk pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Meskipun jumlahnya cukup banyak, masih ada beberapa koperasi yang belum menyelesaikan proses legalitas di notaris.

“Ada 93 desa di kita yang alhamdulillah sudah terbentuk koperasinya. Tapi memang ada beberapa yang masih belum beres secara administrasi di notaris,” ujar Citra kepada sejumlah wartawan seusai mengikuti launching secara virtual di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Senin siang.

Menurut Citra, penting bagi koperasi untuk segera berjalan agar dapat memenuhi syarat mendapatkan bantuan pinjaman. Namun, ia juga mengakui adanya tantangan yang dihadapi, terutama soal keterbatasan modal awal.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tertibkan Operasional Truk Tambang Parung Panjang, Jangan Ganggu Jam Sekolah

“Koperasi bisa mendapat bantuan jika sudah berjalan. Dan ini, yang jadi kendala. Karena, koperasi bisa berjalan jika ada modal,” katanya.

Sementara itu, kondisi keuangan di Kabupaten Pangandaran saat ini sedang tidak baik dan tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan langsung. Meskipun demikian, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik agar koperasi-koperasi yang sudah terbentuk bisa beroperasi secara optimal.

“Ini akan jadi bahan pembahasan saya bersama dinas terkait. Kita akan cari solusi yang tepat agar koperasi-koperasi ini bisa segera aktif dan layak menerima bantuan,” ucap Citra.

Terkait kemungkinan dukungan dari alokasi dana desa untuk penguatan modal koperasi, Citra menyebut bahwa hal tersebut harus melalui musyawarah terlebih dahulu di tingkat desa. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir harus dibuat melalui proses musyawarah antara warga dan kepala desa.

“Itu harus dimusyawarahkan dengan kepala desa, saya tidak berani,” ujarnya.

Tantangan dan Langkah Strategis

Selain masalah modal, Citra juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya koperasi dalam meningkatkan perekonomian lokal. Untuk itu, pihaknya berencana melakukan sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut kepada para pengurus koperasi di setiap desa.

Baca Juga:  KRL Bogor-Jakarta Alami Kecelakaan, KAI Minta Maaf

Pihaknya juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua koperasi yang sudah terbentuk dapat berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini bertujuan agar koperasi-koperasi tersebut tidak hanya eksis secara formal, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Selain itu, Citra menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat dalam menjaga kelangsungan hidup koperasi. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan koperasi-koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Harapan Masa Depan

Dalam rangka menyukseskan program koperasi desa, Citra juga menyampaikan rencana untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi terhadap kinerja koperasi. Hal ini dilakukan agar setiap koperasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang maksimal bagi anggotanya dan masyarakat sekitar.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah dirancang, Citra optimis bahwa koperasi-koperasi di Kabupaten Pangandaran dapat menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan perekonomian lokal.

No More Posts Available.

No more pages to load.