Gempa Tektonik Kembali Mengguncang Kabupaten Sukabumi
Pada hari Senin, 21 Juli 2025, wilayah Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat kembali diguncang gempa tektonik. Gempa yang terjadi pada pukul 13.41 WIB memiliki kekuatan magnitudo 3,3. Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui pengumumannya.
Kepala Balai BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, menjelaskan bahwa getaran dari gempa tersebut dapat dirasakan di beberapa wilayah sekitar. Di wilayah Ciracap, intensitas gempa mencapai skala II-III MMI, sedangkan di Surade tercatat skala II MMI. Skala MMI ini menunjukkan bahwa gempa bisa menyebabkan benda-benda ringan yang digantung berayun atau terasa seperti ada truk melewati area tersebut.
Hartanto mengungkapkan bahwa gempa bumi kali ini merupakan gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar bawah laut. Pernyataan ini diberikan melalui keterangan resmi setelah peristiwa terjadi.
Episenter gempa yang terjadi pada hari ini berada pada koordinat 7,76 derajat Lintang Selatan dan 106,65 derajat Bujur Timur. Lokasi episenter ini berada di laut, dengan jarak sekitar 86 kilometer arah tenggara Kabupaten Sukabumi. Dalam laporan BMKG, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa yang muncul dari kedalaman 12 kilometer tersebut.
Sebelumnya, pada hari Ahad, 20 Juli 2025, wilayah Sukabumi juga diguncang gempa dengan kekuatan M4,2. Gempa ini terjadi pada pukul 11.47 WIB. Episenter gempa tersebut berada di laut, sejauh 83 kilometer arah barat daya Kabupaten Sukabumi. Kedalaman gempa ini juga dangkal, yaitu sekitar 12 kilometer.
Guncangan dari gempa M4,2 ini juga terasa di wilayah Surade dan Ciracap dengan intensitas skala III MMI. Hal ini menunjukkan bahwa gempa-gempa yang terjadi di wilayah ini memiliki potensi untuk memberikan dampak serupa meskipun ukurannya tidak terlalu besar.
BMKG terus memantau aktivitas gempa di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan adanya dua peristiwa gempa dalam waktu dekat, masyarakat diharapkan tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG. Meski gempa belum menyebabkan kerusakan signifikan, kondisi geologis di wilayah ini tetap menjadi perhatian utama.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Jika merasakan gempa, segera cari tempat aman dan hindari berlarian. Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, masyarakat bisa lebih siap menghadapi risiko bencana alam yang mungkin terjadi.





