Anggota Ormas Bekasi Pukuli Pedagang Nanas dengan Golok

by -di lihat 155 kali
Anggota Ormas Bekasi Pukuli Pedagang Nanas dengan Golok

Kejadian Pemalakan dengan Golok yang Menimpa Pedagang Nanas di Bekasi

Pada hari Kamis (17/7/2025), terjadi kejadian pemalakan yang menimpa seorang pedagang nanas bernama Iyan (37) di Jalan Raya Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Dua orang diduga anggota organisasi masyarakat (ormas) dilaporkan melakukan tindakan tidak terpuji dengan membawa senjata tajam jenis golok saat menyerang korban.

Menurut keterangan Iyan, kejadian bermula ketika dua pria mendatangi lapak dagangannya menggunakan sepeda motor. Tidak ada komunikasi yang jelas antara kedua pihak, namun secara tiba-tiba, kedua pria tersebut langsung mengambil beberapa buah nanas dari lapak Iyan. Korban merasa tidak setuju dan langsung memprotes, sehingga terjadi perdebatan.

“Kami saling berdebat, dan akhirnya mereka pergi setelah cekcok,” ujar Iyan saat ditemui pada Senin (21/7/2025).

Namun, tak lama kemudian, kedua pelaku kembali ke lokasi. Kali ini, salah satu dari mereka membawa golok di tangan. Melihat situasi yang memicu rasa takut, Iyan memilih untuk meninggalkan lapak dagangannya. Namun, pelaku tetap mengejar korban sambil memegang golok di tangan kirinya.

Baca Juga:  SMP Swasta Viral di Bekasi Hanya Miliki 3 Siswa, Ini Penjelasan Disdik Kota Bekasi

“Iya, saya panik dan langsung berlari menuju gerbang oranye itu,” tambah Iyan.

Setelah mengejar korban, pelaku dan rekannya langsung kabur dari lokasi kejadian. Iyan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bantargebang.

Dalam penjelasannya, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan bahwa dua pelaku sudah ditangkap oleh aparat kepolisian. Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan apakah kedua tersangka memang merupakan anggota ormas atau tidak.

“Sudah diamankan dua orang,” kata Kombes Kusumo.

Penyebab dan Kemungkinan Motif

Meski belum ada konfirmasi resmi tentang status kedua pelaku, kejadian ini menunjukkan adanya ancaman serius terhadap keselamatan para pedagang kecil di wilayah perkotaan. Terlebih lagi, penggunaan senjata tajam seperti golok dalam tindakan pemalakan mencerminkan tingkat kekerasan yang cukup tinggi.

Beberapa kemungkinan motif yang bisa dipertimbangkan adalah:

  • Pemerasan: Pelaku mungkin ingin mengambil uang atau barang dari korban.
  • Perluasan Pengaruh: Jika benar merupakan anggota ormas, tindakan ini bisa menjadi upaya untuk memperkuat otoritas kelompok tersebut.
  • Penganiayaan Sederhana: Kadang, tindakan pemalakan bisa muncul dari niat untuk mengintimidasi atau mengancam korban.
Baca Juga:  Daftar Paspor Terkuat Dunia 2025

Langkah yang Diambil Oleh Pihak Berwajib

Polisi telah melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Selain menangkap dua pelaku, pihak kepolisian juga sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi dan korban. Proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Peringatan untuk Masyarakat

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para pedagang, agar tetap waspada terhadap ancaman dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk segera melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada aparat kepolisian agar dapat segera ditangani.

Seluruh pihak diharapkan bisa bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua warga.

No More Posts Available.

No more pages to load.