AJWLM Berangkat ke Bandung, Minta Pemprov Jabar Hentikan Larangan Study Tour

by -di lihat 116 kali
AJWLM Berangkat ke Bandung, Minta Pemprov Jabar Hentikan Larangan Study Tour

Penurunan Kunjungan Wisata di Sleman Akibat Larangan Study Tour

Larangan study tour yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) berdampak signifikan terhadap pelaku wisata di Sleman. Salah satu organisasi yang merasakan pengaruhnya adalah Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM). Mereka mengeluhkan penurunan jumlah kunjungan yang cukup besar, sehingga memutuskan untuk menyampaikan aspirasinya langsung ke Pemprov Jabar.

Pada Senin (21/07/2025), anggota AJWLM bersama pelaku wisata lainnya melakukan aksi di Gedung Sate, Bandung. Mereka menuntut agar kebijakan tersebut dievaluasi kembali. Ketua AJWLM, Dardiri, menjelaskan bahwa sebanyak 150 anggota dari organisasi tersebut turun ke Bandung untuk menyampaikan keluhan mereka.

Dardiri mengatakan bahwa larangan study tour memberikan dampak negatif yang sangat besar bagi industri pariwisata. Ia berharap pihak berwenang dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. “Kami ingin kebijakan ini dikaji ulang, semoga bisa dicabut karena banyak dampaknya,” ujarnya.

Menurut Dardiri, wilayah Jawa Barat, khususnya Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Banjar, dan Bandung, merupakan sumber kunjungan yang cukup besar bagi wisata di Sleman. Namun, setelah kebijakan larangan study tour diterapkan, jumlah kunjungan dari wilayah tersebut mengalami penurunan hingga 35 persen.

Baca Juga:  KRL Anjlok di Kota, KAI Atur Ulang Perjalanan Bogor-Manggarai

“Setelah kebijakan itu, hanya 2 sampai 3 kali per hari bus berangkat,” tambahnya.

Ia menilai bahwa Pemprov Jabar tidak perlu melarang study tour secara keseluruhan. Sebaliknya, pihak berwenang sebaiknya memperbaiki sistem pengamanan dan pengawasan. Menurutnya, pemerintah bisa belajar dari Kabupaten Sleman yang telah menerapkan langkah-langkah pemeriksaan ketat sebelum bus berangkat.

Dardiri menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pemeriksaan armada jip, baik secara internal maupun dengan melibatkan pihak berwajib. “Kami sudah memiliki sistem pemeriksaan yang baik, jadi tidak perlu melarang,” katanya.

Beberapa pelaku wisata lain juga menyampaikan pendapat serupa. Mereka menilai bahwa larangan study tour tidak efektif dalam mengatasi masalah keamanan, tetapi justru merugikan industri pariwisata. Mereka berharap pihak berwenang dapat mencari solusi yang lebih bijak, seperti meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada peserta study tour.

Selain itu, beberapa pengusaha wisata mengungkapkan bahwa penurunan kunjungan juga berdampak pada pendapatan mereka. Banyak dari mereka yang harus menutup usaha sementara atau mengurangi jumlah tenaga kerja akibat penurunan aktivitas.

Baca Juga:  Fakta Terbaru: Istri Bunuh Suami di Banjar, Diduga Dibantu Kakak Ipar

Para pelaku wisata berharap Pemprov Jabar dapat segera meninjau kembali kebijakan tersebut. Mereka berkeyakinan bahwa dengan sistem pengamanan yang lebih baik, study tour dapat tetap dilakukan tanpa membahayakan keselamatan peserta. Dengan demikian, industri pariwisata di Sleman dan wilayah lainnya dapat kembali pulih dan berkembang.

No More Posts Available.

No more pages to load.