7 Jenis Eksim dan Tanda-Tandanya

by -di lihat 98 kali
7 Jenis Eksim dan Tanda-Tandanya

Jenis-Jenis Eksim yang Perlu Diketahui

Eksim adalah kondisi kulit yang bisa sangat mengganggu karena menimbulkan rasa gatal, perih, dan tampilan kulit yang tidak nyaman dilihat. Meski banyak orang menganggapnya sebagai satu penyakit, nyatanya eksim terdiri dari berbagai jenis dengan gejala dan pemicu yang berbeda-beda. Beberapa jenis eksim bisa muncul sejak masa kanak-kanak dan bertahan hingga dewasa, sementara lainnya bisa dipicu oleh kontak langsung dengan zat tertentu. Penyebab eksim belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik dan lingkungan diyakini berperan besar.

Eksim bukan penyakit menular, tetapi bisa berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya. Untuk lebih memahami kondisi kulit ini, berikut adalah tujuh jenis eksim beserta ciri-ciri gejalanya:

1. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik (atopic dermatitis) adalah jenis eksim yang paling umum. Jenis ini biasanya dimulai dari anak-anak dan bisa menjadi lebih ringan atau bertambah parah saat dewasa. Meskipun demikian, orang dewasa pun juga bisa memiliki dermatitis atopik. Jenis eksim ini biasanya dipicu karena masalah genetik, sistem imun, kulit kering, serta pengaruh lingkungan.

Tanda dan gejala dermatitis atopik antara lain:
Timbul ruam di area lipatan siku, lutut, wajah, leher, serta pergelangan tangan
Umumnya muncul bersamaan dengan dua alergi lainnya yaitu asma dan rinitis alergi, kulit kering, gatal, dan bersisik
Kulit di area ruam bisa menjadi lebih gelap atau lebih terang, dan menjadi lebih tebal
Munculnya benjolan kecil yang dapat mengeluarkan cairan jika digaruk

Baca Juga:  Cara Rasulullah Mengelola Rezeki: Hemat, Derma, dan Berkah

2. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak (contact dermatitis) terjadi ketika kulit mengalami iritasi atau meradang setelah bersentuhan dengan zat yang memicu reaksi alergi. Terdapat dua jenis, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.

Pemicu dermatitis kontak iritan antara lain paparan benda sehari-hari seperti sabun, detergen, pewarna rambut, minyak, dan cairan pembersih rumah tangga. Sementara itu, dermatitis kontak alergi muncul akibat reaksi alergi dari paparan bahan seperti kosmetik, nikel (logam pada pakaian atau perhiasan), atau tanaman seperti poison ivy.

Ciri-ciri dari dermatitis kontak meliputi:
Kulit memerah, gatal, terasa seperti terbakar dan perih
Muncul di area yang terkena bahan pemicu, bisa melepuh berisi cairan
* Kulit menebal dan bersisik

3. Neurodermatitis

Neurodermatitis berbeda dengan dermatitis atopik karena biasanya terbatas hanya pada satu atau dua bercak kulit. Meski begitu, neurodermatitis bisa menyebabkan kulit menjadi sangat gatal dan menebal akibat digaruk terus-menerus. Kadang, penderita menggaruknya tanpa sadar terutama saat tidur.

Gejalanya meliputi:
Rasa gatal yang intens
Muncul ruam di area kaki, pergelangan, tangan, siku, leher, dan kulit kepala
Area yang terkena bisa menebal, bersisik, berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan
Jika digaruk terus menerus dapat menyebabkan luka hingga membentuk jaringan parut

Baca Juga:  Model Seragam Pramugari Indonesia yang Elegan

4. Eksim Dishidrotik

Eksim dishidrotik juga dikenal sebagai pompholyx, yang berasal dari kata Yunani berarti “gelembung”. Jenis ini lebih sering dialami oleh perempuan usia 20-40 tahun. Pemicu umum eksim dishidrotik termasuk logam seperti nikel, stres, serta alergi musiman. Gejalanya berupa gelembung kecil berisi cairan yang muncul di telapak tangan, jari tangan, kaki, dan jari kaki. Gelembung ini terasa gatal dan perih, serta kulit di sekitarnya bisa menjadi pecah-pecah dan bersisik setelah lepuhan pecah.

5. Eksim Nummular

Eksim nummular atau diskoid ditandai dengan munculnya bercak merah berbentuk koin. Nama “nummular” sendiri berasal dari kata Latin yang berarti koin. Eksim ini bisa dipicu oleh luka ringan seperti gigitan serangga, kulit yang sangat kering, atau stres.

Gejalanya meliputi:
Ruam merah berbentuk bulat seperti koin yang sering muncul di kaki bagian bawah, batang tubuh, atau lengan bawah
Ruam ini bisa terasa gatal, terbakar, mengeluarkan cairan, atau membentuk kerak

6. Dermatitis Stasis

Dermatitis stasis, juga dikenal sebagai eksim vena, terjadi ketika aliran darah yang buruk menyebabkan cairan merembes keluar dari pembuluh darah ke kulit. Biasanya kondisi ini dialami oleh orang yang mengalami insufisiensi vena, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat pembekuan darah di kaki.

Baca Juga:  Penyebab Usus Buntu pada Anak, Waspadai Makanan Ringan!

Gejala dermatitis stasis antara lain:
Kulit gatal, kering, kemerahan, dan terasa perih, terutama di sekitar varises
Kaki juga bisa terasa berat atau nyeri, terutama saat berdiri lama, serta terjadi pembengkakan di pergelangan kaki bagian dalam

7. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah jenis eksim kronis yang menyerang area tubuh dengan banyak kelenjar minyak, seperti kulit kepala, wajah, dada bagian tengah, punggung atas, dan selangkangan. Pemicu utamanya termasuk stres, perubahan hormon, sabun atau detergen tertentu, udara dingin, hingga infeksi jamur.

Gejalanya meliputi:
Kulit kemerahan, gatal, mengelupas seperti ketombe, dan tampak berminyak
Pada bayi, kondisi ini dikenal sebagai cradle cap, yang menyebabkan kerak tebal kekuningan di kulit kepala

Penanganan awal untuk eksim bisa dilakukan di rumah dengan menjaga kelembapan kulit menggunakan pelembap bebas pewangi, menghindari pemicu seperti sabun keras atau bahan kimia tertentu, serta mengompres area yang meradang dengan kain lembap dan dingin. Jika kulit terasa sangat gatal atau meradang, obat antihistamin atau salep kortikosteroid ringan bisa digunakan atas saran apoteker. Namun, jika gejalanya tidak membaik dalam beberapa hari, menyebar luas, atau muncul infeksi seperti nanah dan luka terbuka, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

No More Posts Available.

No more pages to load.