5 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi, Sendawa Penting!

by -di lihat 128 kali
5 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi, Sendawa Penting!

Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi Baru Lahir

Banyak ibu merasa bingung ketika bayinya terus menangis meskipun popoknya masih kering dan telah minum ASI hingga kenyang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bayi belum bisa berbicara, sehingga hanya mengungkapkan kebutuhan atau ketidaknyamanan melalui tangisan. Salah satu penyebab umum tangisan bayi adalah perut kembung. Perut kembung terjadi akibat penumpukan gas di saluran pencernaan yang membuat bayi tidak nyaman.

Perut kembung pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti sistem pencernaan yang belum sempurna, penelanan udara saat menyusu, atau bahkan gangguan medis lainnya. Berikut beberapa cara efektif untuk mengatasi masalah ini:

1. Menyendawakan Bayi

Menyendawakan bayi sangat penting, terutama untuk bayi di bawah usia 6 bulan. Saat menyusui, bayi juga menelan udara yang dapat menyebabkan perut kembung atau gumoh. Untuk melakukan sendawakan, ibu dapat mencoba beberapa cara berikut:

  • Cara 1: Letakkan bayi tengkurap di atas paha dengan kepala sedikit lebih tinggi. Miringkan kepala ke satu sisi dan sangga kepala dengan tangan. Tepuk punggung secara perlahan.
  • Cara 2: Posisikan bayi duduk di pangkuan ibu, lalu sangga kepala dan leher dengan satu tangan. Tepuk perlahan punggung bayi.
  • Cara 3: Gendong bayi dengan meletakkan kepala bayi bersandar di atas pundak Anda. Sangga bokong bayi, lalu tepuk punggung dengan lembut.
Baca Juga:  Manfaat Kreatin untuk Pelari, Bisa Membuat Lari Lebih Cepat?

2. Mengatur Posisi Menyusui yang Tepat

Posisi menyusui yang benar sangat penting untuk mencegah penelanan udara. Pastikan tubuh bayi berada dalam garis lurus dan menempel dengan tubuh ibu. Kepala bayi sebaiknya lebih tinggi dari perutnya agar udara tidak masuk terlalu banyak. Jika menggunakan botol susu, pastikan posisinya mirip dengan menyusui dan gunakan botol sesuai usia bayi serta aliran yang lambat.

3. Memijat Bayi dengan Lembut

Pijatan ringan pada perut bayi dapat membantu mengeluarkan gas. Beberapa teknik yang umum digunakan antara lain:

  • Hands of a Clock: Gerakan memutar jari-jari di sekitar perut bayi.
  • Paddling: Gerakan mengusap perut bayi dengan tangan.
  • Fulling: Tekan perut bayi secara lembut.
  • I LOVE U: Gerakan menulis huruf I, L, O, V, E, U di perut bayi.
  • Moonwalking: Gerakan mengayuh kaki bayi seperti bersepeda.

Jika ingin menggunakan minyak atau krim, pastikan produk tersebut aman untuk kulit bayi sensitif.

4. Mengevaluasi Makanan Ibu

Makanan yang dikonsumsi ibu dapat memengaruhi kualitas ASI dan sistem pencernaan bayi. Beberapa makanan tertentu seperti kafein, brokoli, cabai, atau produk susu bisa menyebabkan perut kembung pada bayi. Oleh karena itu, ibu perlu memperhatikan pola makanannya agar tidak memengaruhi kenyamanan bayi.

Baca Juga:  Isi Email Arya Daru ke Layanan Kesehatan Mental, Polisi Ingin Lari dari Masalah di Pantai

5. Melakukan Tummy Time

Tummy time adalah aktivitas memposisikan bayi tengkurap dengan pengawasan orang dewasa. Selain memperkuat otot leher dan bahu, tummy time juga membantu mengurangi gas di dalam perut. Pastikan bayi sudah kenyang setelah menyusu sebelum melakukan tummy time.

Tips Tambahan

Jika setelah menerapkan semua cara di atas, bayi masih mengalami perut kembung, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis. Setiap bayi memiliki kondisi yang berbeda, dan mungkin ada penyebab lain yang perlu ditangani lebih lanjut.

Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan cara mengatasi perut kembung pada bayi, ibu dapat memberikan kenyamanan dan kehangatan yang dibutuhkan oleh bayinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.