BOGORMEDIA – Bek Ajax Amsterdam yang saat ini dipinjamkan ke PEC Zwolle, Tristan Gooijer berpotensi menjadi salah satu pemain keturunan yang dapat dinaikan kewarganegaraannya dengan cepat oleh tim nasional Indonesia.

Tristan Gooijer disebut-sebut sebagai kandidat pemain naturalisasi untuk tim nasional sepak bola Indonesia yang baru-baru ini.
Media asal Belanda, Voetball Primeur melaporkan pada hari Senin (31/3/2025) bahwa PSSI sudah menjangkau Gooijer terlebih dahulu sebagai langkah potensial untuk proses naturalisasi.
Namun berita tersebut belum mendapat respons resmi dari PSSI.
“Perwakilan dari Indonesia sudah melakukan kontak awal,” menulis Voetbal Primeur.
“Indonesia bertujuan untuk meyakinkan Tristan Gooijer agar bergabung dan bermain di bawah kepelatihan Patrick Kluivert,” lanjutnya.

Tristan Gooijer merupakan seorang pemain belakang muda berumur 20 tahun yang memulai kariernya di Ajax Amsterdam.
Diketahui bahwa Gooijer mempunyai latar belakang Indonesia melalui orang tuanya yang berasal dari Maluku.
Pemain serbaguna di lini belakang ini pernah memperkuat tim nasional U-16 dan U-18 Belanda.

“Gooijer menghargai proses perkembangan sepak bola di Indonesia yang berlangsung,” demikian dikutip dari VOETBAL PRIMEUR oleh BOGORMEDIA.
Saya pun menyaksikan perkembangan tim nasional Indonesia.
“Ia tak menolak opsi apa pun untuk ke depannya,” katanya.
Namun demikian, Tristan Gooijer tengah menghadapi tantangan dalam karirnya pada musim ini.
Dari Ajax, dia dipinjamkan ke PEC Zwolle untuk musim ini dan bersama-sama dalam satu tim dengan pemain tim nasional Indonesia yang lain, yaitu Eliano Reijnders.
Namun pada pertandingan perdana bersama PEC, Gooijer mengalami cedera lutut parah.
Gooijer saat ini tengah dalam tahap penyembuhan.
Di samping Gooijer, PSSI baru-baru ini mengeluarkan pernyatan resmi terkait dengan Miliano Jonathans beberapa saat yang lalu.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga mengonfirmasikan bahwa pemain sayap berdarah Depok tersebut belum akan melalui proses naturalisasi.
“Hingga saat ini belum tersedia layanan untuk menangani berkas-berkas tersebut,” ujar Arya Sinulingga, Jumat (28/3/2025).
“Ini untuk meluruskan saja.”
Ia melanjutkan, ‘Tidak boleh ada desas-desus,’





