BOGORMEDIA – Dalam kesempatan yang istimewa ini, kami dengan gembira akan mengulas topik menarik yang terkait dengan Toge Goreng: Simfoni Rasa Unik dari Bogor dalam Semangkuk Kehangatan. Mari kita merajut informasi yang menarik dan memberikan pandangan baru kepada pembaca.
Toge Goreng: Simfoni Rasa Unik dari Bogor dalam Semangkuk Kehangatan
Di tengah riuhnya khazanah kuliner Indonesia yang begitu kaya dan beragam, terselip sebuah nama hidangan yang mungkin terdengar sedikit membingungkan namun menyimpan cita rasa otentik yang sulit dilupakan: Toge Goreng. Bagi mereka yang belum mengenalnya, namanya mungkin mengundang tanya. "Goreng" yang berarti digoreng, namun presentasi hidangan ini justru menampilkan tauge (toge) yang direbus atau disiram air panas, disajikan bersama mie kuning, potongan lontong atau ketupat, tahu goreng, lalu disiram dengan kuah kental berwarna kecoklatan yang khas. Kuah inilah jantung dari Toge Goreng, sebuah ramuan gurih nan kompleks yang berbahan dasar oncom dan tauco.
Jadi, mengapa disebut "Toge Goreng" jika proses utamanya adalah perebusan atau penyiraman air panas? Misteri di balik nama ini menambah daya tarik hidangan yang identik dengan kota hujan, Bogor, Jawa Barat. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami lebih dalam keunikan Toge Goreng, mulai dari asal-usul namanya yang unik, jejak sejarahnya, komponen-komponen pembentuk rasanya yang khas, proses pembuatannya, hingga pengalaman sensorik yang ditawarkannya. Mari kita urai bersama pesona hidangan sederhana namun kaya rasa ini.
Mengurai Nama yang Unik: Teka-teki "Goreng" dalam Toge Rebus
Pertanyaan paling mendasar yang sering muncul adalah asal-usul nama "Toge Goreng". Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan anomali ini, meskipun belum ada satu pun yang terkonfirmasi secara pasti:
- Proses Memasak Kuah: Salah satu teori paling populer mengaitkan nama "goreng" dengan proses pembuatan kuah oncomnya. Bumbu-bumbu untuk kuah, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan terutama tauco, biasanya ditumis atau digoreng terlebih dahulu sebelum oncom dimasukkan dan dimasak hingga menjadi kuah kental. Proses menumis bumbu inilah yang mungkin menjadi asal muasal penyematan kata "goreng" pada hidangan ini, meskipun bahan utamanya (toge) tidak digoreng.
- Gerobak Penjual: Teori lain menyebutkan bahwa di masa lalu, penjual Toge Goreng menggunakan gerobak yang dilengkapi dengan wajan besar (penggorengan) yang selalu panas di atas anglo atau kompor. Meskipun wajan tersebut utamanya digunakan untuk menjaga kuah oncom tetap panas dan mungkin untuk merebus mie atau tauge secara cepat dengan sedikit kuah (mirip teknik stir-frying singkat atau blanching cepat), keberadaan wajan penggorengan yang dominan inilah yang mungkin membuat orang menyebutnya "Toge Goreng". Bunyi desisan saat tauge atau mie disiram kuah panas di wajan mungkin juga memperkuat asosiasi dengan proses menggoreng.
- Evolusi Nama atau Kesalahan Persepsi: Bisa jadi nama ini adalah hasil evolusi bahasa atau kesederhanaan penamaan di masa lalu. Mungkin ada varian awal yang melibatkan penggorengan, atau mungkin nama itu hanya terdengar lebih menarik dan mudah diingat dibandingkan "Toge Rebus Kuah Oncom". Seiring waktu, nama "Toge Goreng" melekat dan terus digunakan meskipun prosesnya tidak sepenuhnya menggoreng.
Apapun asal-usulnya, keunikan nama ini justru menjadi ciri khas yang membuat Toge Goreng semakin menarik untuk dijelajahi. Yang pasti, inti dari hidangan ini adalah perpaduan harmonis antara kesegaran tauge rebus, tekstur kenyal mie kuning, lembutnya lontong atau ketupat, dan siraman kuah oncom tauco yang gurih, sedikit manis, dan beraroma khas.

Jejak Sejarah dan Asal Usul: Dari Bogor Menyebar Cita Rasa
Toge Goreng secara luas diakui berasal dari Bogor, Jawa Barat. Kota yang dikenal dengan Kebun Raya dan udaranya yang sejuk ini menjadi tempat lahirnya banyak kuliner khas Sunda, dan Toge Goreng adalah salah satunya yang paling ikonik. Sulit untuk menunjuk satu orang atau satu waktu spesifik sebagai pencipta Toge Goreng, karena seperti banyak hidangan tradisional lainnya, ia kemungkinan besar berkembang secara organik di tengah masyarakat.
Pengaruh kuliner Tionghoa seringkali disebut-sebut dalam evolusi Toge Goreng, terutama dalam penggunaan mie kuning dan tauco (fermentasi kedelai) sebagai bahan kunci kuahnya. Tauco sendiri merupakan bumbu yang banyak digunakan dalam masakan Tionghoa Peranakan dan juga masakan Sunda. Namun, penggunaan oncom sebagai bintang utama kuah memberikan sentuhan khas Indonesia, khususnya Sunda, yang membedakannya dari hidangan mie lainnya.
Oncom, produk fermentasi dari bungkil kacang tanah, ampas tahu, atau bungkil kelapa yang menggunakan kapang Neurospora sitophila atau Rhizopus oligosporus, adalah bahan makanan yang sangat populer di Jawa Barat. Penggunaannya dalam kuah Toge Goreng memberikan rasa umami yang unik, aroma earthy yang khas, dan tekstur yang sedikit berpasir namun memuaskan.
Dari Bogor, popularitas Toge Goreng perlahan menyebar ke daerah sekitarnya, termasuk Jakarta (di mana ia juga dianggap sebagai bagian dari kuliner Betawi) dan kota-kota lain di Jawa Barat. Meskipun demikian, Bogor tetap dianggap sebagai "rumah" bagi Toge Goreng dengan cita rasa yang paling otentik. Banyak warung legendaris di Bogor yang telah menyajikan Toge Goreng selama beberapa generasi, menjaga resep warisan keluarga mereka dengan setia.

Komponen Utama Pembentuk Cita Rasa Khas Toge Goreng
Keajaiban Toge Goreng terletak pada perpaduan sederhana namun tepat dari komponen-komponen utamanya:
- Toge (Tauge): Sebagai bintang utama sesuai namanya, tauge yang digunakan biasanya adalah tauge besar atau tauge kacang hijau yang gemuk. Tauge ini tidak dimasak hingga layu, melainkan hanya direbus sebentar atau disiram air panas untuk menjaga tekstur renyah dan segarnya. Kesegaran tauge memberikan kontras yang menyenangkan dengan kuah yang kental dan gurih. Secara nutrisi, tauge juga kaya akan vitamin dan mineral.
- Mie Kuning: Mie telur kuning basah adalah pendamping setia tauge dalam hidangan ini. Teksturnya yang kenyal menyerap kuah dengan baik dan memberikan elemen karbohidrat yang mengenyangkan. Mie direbus hingga matang sebelum disajikan.
- Kuah Oncom Tauco: Inilah jiwa dari Toge Goreng. Kuah ini dibuat dari campuran oncom (biasanya oncom merah) yang dihaluskan atau dihancurkan, lalu dimasak bersama bumbu halus (bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kencur – komposisi bisa bervariasi antar penjual). Bahan krusial lainnya adalah tauco, yang memberikan rasa asin, gurih, dan aroma fermentasi yang khas. Seringkali ditambahkan sedikit gula merah untuk menyeimbangkan rasa, serta air atau kaldu untuk mencapai kekentalan yang diinginkan. Beberapa resep juga menggunakan sedikit tepung beras atau maizena sebagai pengental. Rasa kuah ini kompleks: gurih dominan dari oncom dan tauco, sedikit manis, sedikit pedas (tergantung jumlah cabai), dengan aroma fermentasi yang unik dan earthy.
- Lontong atau Ketupat: Potongan lontong (nasi yang dimasak dalam daun pisang berbentuk silinder) atau ketupat (nasi yang dimasak dalam anyaman janur berbentuk belah ketupat) menjadi sumber karbohidrat tambahan. Teksturnya yang padat namun lembut sangat cocok menyerap kuah oncom.
- Tahu Goreng: Potongan tahu kuning atau tahu putih yang digoreng hingga berkulit ditambahkan untuk memberikan tekstur dan protein nabati. Tahu goreng yang agak kopong di dalamnya juga efektif menyerap kuah.
- Pelengkap:
- Kucai: Irisan daun kucai sering ditaburkan di atas hidangan sebagai garnis. Aroma kucai yang khas menambah kesegaran dan dimensi rasa.
- Kerupuk: Kerupuk mie kuning atau kerupuk kanji sering disajikan sebagai pendamping untuk memberikan sensasi renyah.
- Sambal: Bagi pecinta pedas, sambal cabai rawit biasanya tersedia untuk ditambahkan sesuai selera.

Perpaduan semua komponen inilah yang menciptakan simfoni rasa dan tekstur dalam satu mangkuk Toge Goreng: renyahnya tauge, kenyalnya mie, lembutnya lontong, gurihnya tahu, disatukan oleh kuah oncom tauco yang kental, hangat, dan kaya rasa, lalu disempurnakan dengan aroma kucai dan kerenyahan kerupuk.
Proses Pembuatan: Meracik Kelezatan di Dapur
Meskipun terlihat sederhana, pembuatan Toge Goreng membutuhkan perhatian pada detail untuk menghasilkan rasa yang otentik:
- Persiapan Kuah Oncom: Ini adalah langkah paling krusial. Bumbu-bumbu (bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kencur, dll.) dihaluskan. Oncom dihancurkan atau dihaluskan. Bumbu halus ditumis hingga harum, lalu tauco dimasukkan dan ditumis sebentar hingga aromanya keluar. Setelah itu, oncom dimasukkan, diaduk rata





