Kapan Mulai Ramadhan dan Lebaran 2025? Begini Penjelasannya dari BMKG Berdasarkan Perhitungan Hilal

by -di lihat 104 kali
Kapan Mulai Ramadhan dan Lebaran 2025? Begini Penjelasannya dari BMKG Berdasarkan Perhitungan Hilal


.CO.ID –

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyajikan hasil penghitungan kedudukan hilal guna mengidentifikasi awal Syawal 1446 Hijriah atau Idul Fitri tahun 2025.

Menurut data perhitungan BMKG, Lebaran tahun 2025 mungkin akan terjadi pada tanggal yang sama baik oleh pemerintah maupun Muhammadiyah di Indonesia.

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah mengumumkan jika Idul Fitri 1446 H akan jatuh pada hari Senin, tanggal 31 Maret 2025.


Hilal pada tanggal 29 Maret masih tersembunyi dari pandangan

Himawan Widiyanto, koordinator bidang kalkulasi waktu dari BMKG, menyatakan bahwa menurut perhitungan yang dirilis pada tanggal 17 Maret 2025, kedudukan hilal untuk tanggal 29 Maret 2025 masih ada di bawah ufuk.

“Hilal pada tanggal 29 Maret 2025 belum terlihat di atas ufuk, oleh karena itu bulan Ramadhan 1446 Hijriah diperpanjang menjadi 30 hari,” jelas Himawan ketika ditanya informasi tersebut oleh Kompas.com pada Selasa (25/3/2025).

Oleh karena itu, perkiraan untuk 1 Syawal 1446 H adalah tanggal 31 Maret 2025, sehingga Kemungkinannya Idul Fitri yang diperingati oleh pemerintah dan Muhammadiyah hampir pasti bertepatan.


Ketika akan terjadi Lebaran 2025 menurut penanggalan Muhammadiyah?

Namun, BMKG masih menantikan observasi hilal hingga tanggal 29 Maret 2025. Apabila hilal tak kelihatan, maka keputusan tentang hari raya Idul Fitri akan mengacu pada kalkulasi sebelumnya yang sudah mereka lakukan.

“Kami akan mengecek observasi hilal pada tanggal 29 Maret 2025 nanti. Apabila hilal tak kelihatan, maka puasa Ramadhan 1446 H akan diperpanjang hingga 30 hari, sehingga Idul Fitri 1 Syawal 1446 H jatuh di tanggal 31 Maret 2025,” katanya.

Dia juga menggarisbawahi bahwa keputusan resmi tentang penentuan tanggal Lebaran 2025 masih menjadi wewenang dari Kementerian Agama (Kemenag).

” Kami masih terus menantikan keputusan dari Menteri Agama RI yang berwenang untuk mengumulkan tanggal Lebaran tahun 2025,” tambah Himawan.


Mekanisme yang digunakan BMKG

BMKG melakukan observasi terhadap hilal secara berkala tiap bulan di semua wilayah Indonesia, sejalan dengan UU No. 31 Tahun 2009.

BMKG menggunakan metode yang sedikit berbeda dari Kemenag, dimana Kemenag hanya fokus pada pengamatan hilal untuk menetapkan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Pada saat yang sama, BMKG mengunakan teropong bulan sabit di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Publik pun memiliki kesempatan untuk menonton observasi tersebut dengan langsung lewat website resmi dari BMKG.
https://hilal.bmkg.go.id.

Setiap pemeriksaan terhadap bulan sabit baru dijalankan oleh sekurangnya tiga individu untuk memverifikasi keakuratannya berdasarkan hasil hisab atau kalkulasi.

“Di samping mengumumkan hasil perhitungan, BMKG pun melakukan observasi bulan sabit thin sebagai metode untuk memvalidasi informasi yang sudah dihitung terlebih dahulu,” jelas Himawan.



Tonton:

Persiapan Saja! Harga Tol Bakal Bertambah Setelah Idul Fitri

Berdasarkan perhitungan tersebut, diperkirakan Lebaran tahun 2025 akan terjadi secara bersamaan sepanjang Indonesia.

Akan tetapi, pengumuman resmi masih akan ditunda hingga ada keputusan dari pemerintah melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Artikel ini dipublikasi di Kompas.com denganjudul “Pernyataan BMKG Tentang Waktu Lebaran 2025”

No More Posts Available.

No more pages to load.