Goodwill
Merupakan suatu ide di bidang akuntansi yang berkaitan dengan nilai tak terlihat dari sebuah perusahaan. Sebagai contoh, ini mencakup hal-hal seperti citra perusahaan, nama dagang, kesetiaan konsumen, serta elemen-elemen tidak berbentuk fisik lainnya.
Goodwill
Dicatat saat sebuah perusahaan melakukan akuisisi atau pengambilalihan terhadap perusahaan lainnya, dimana biaya pengambilalihan tersebut lebih tinggi daripada nilai pasarnya bagi total aktiva bersih perusahaan yang diakuisisi. Berikut ini adalah tiga titik kunci dalam memahaminya:
goodwill
dalam lingkup keuangan.
1. Goodwill merupakan suatuaset intangible.

Goodwill
merupakan sumber daya tak terlihat yang mencerminkan nilai kepercayaan publik pada perusahaan, citra merk, serta elemen-elemen properti non-material lainnya.
Goodwill
Dicatat dalam neraca sebagai aset, dan harus diperiksa kembali secara berkala untuk menjamin bahwa harganya tidak terlalu dibesar-besarkan (spekulatif).
Goodwill
Biasanya timbul dan direkam saat sebuah perusahaan atau orang membeli suatu bisnis lain, lalu harga pembeliannya lebih tinggi dari nilai pasarnya untuk total kekayaan bersih perusahaan yang dibeli.
Sebagai contoh, Anda membeli sebuah bisnis cuci pakaian yang telah beroperasional, lalu perhitungan menunjukkan bahwa nilai kekayaan bersih dari usaha cucian itu sebesar 200 juta rupiah. Namun demikikan, penjual menginginkan harga sebesar 250 juta rupiah. Perbedaan 50 juta rupiah ini bisa saja terjadi dikarenakan adanya basis pelanggan tetap serta reputasi positif yang dimiliki oleh tempat laundry tersebut. Karenanya, selisih nilai tersebut dapat diregistrasikan sebagai
goodwill
.
2. Goodwill ditentukan dengan cara mengurangi nilai aset bersih dari harga pembelian.

Goodwill
Dihitung berdasarkan perbedaan antara biaya pembelian perusahaan dengan nilai pasarnya yang sebenar dari kekayaan bersih. Kekayaan bersih ini dihitung dari jumlah semua aset perusahaan dikurangi dengan keseluruhan utangnya.
Harga pembelian mencakup total uang tunai, saham, serta komponen lainnya yang diserahkan oleh perusahaan akusitor ke para pemilik perusahaan yang diakuisi. Nilai pasar wajar dari aktiva bersih ditaksir dengan cara meramalkan nilai asset terlihat perusahaan, misalnya tanah, bangunan, dan perlengkapan, kemudian dikurangi dengan hutang-nya.
3. Nilai goodwill bisa berkurang.

Goodwill
Dapat dicek melalui tes penurunan nilai secara rutin guna menjamin bahwa nilainya bukan bersifat spekulatif. Apabila nilai wajar unit pelaporan — yaitu grup aset terendah yang bisa diketahui dan memberikan aliran kas masuk — lebih rendah daripada angka yang direkam,
goodwill
dianggap mengalami penurunan nilai.
Penurunan nilai direkam sebagai kerugian dalam neraca laba-rugi, dan nilainya menjadi seperti itu.
goodwill
Akan diadaptasikan. Tes untuk mengurangi bias biasanya dilaksanakan setiap tahun, atau dengan frekuensi yang lebih tinggi apabila ada petunjuk bahwa nilai tersebut perlu diperbaiki.
goodwill
bisa jadi berbeda dengan perkiraan awal.
Goodwill
Merupakan sumber daya tak terlihat yang mencerminkan nilai kepercayaan publik pada suatu perusahaan, identitas merek, serta elemen-elemen properti tidak berbentuk fisik lainnya. Nilai ini ditaksir dengan cara mengambil selisih antara biaya akuisisi sebuah bisnis dengan perkiraan total aset materialnya.
Goodwill
rendahkan diri Anda dalam pemeriksaan periodik terhadap nilai-nilai tersebut guna menjamin bahwa tak ada kecenderungan mengada-nyatakan atau membengkakkan nilainya. Mengerti?
goodwill
Sangat penting untuk para investor dan analis yang berkeinginan menilai kondisi keuangan serta performa sebuah perusahaan.





